Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Poncokusumo-Wonosari Jadi Incaran Kementerian

Mardi Sampurno • Jumat, 8 Juli 2022 | 19:05 WIB
Photo
Photo
KABUPATEN - Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Malang terus mendapat sokongan Kementerian Pariwisata. Dua rencana besar sudah siap diwujudkan di Bumi Kanjuruhan. Selain pembangunan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Bromo Tengger Semeru (BTS), juga ada Politeknik Pariwisata (Poltekpar). Tak hanya itu, Kementerian Pertahanan juga berencana membangun SMA Taruna di Kabupaten Malang.

Dua kecamatan sudah diajukan menjadi lokasi pembangunan proyek kementerian tersebut.“Kami mengajukan keduanya dibangun, antara di Kecamatan Wonosari atau Poncokusumo. Tetapi, Kementerian Pariwisata menginginkan BOP BTS dibangun di Poncokusumo. Sementara, kecenderungan Poltekpar ini akan terbangun di Kecamatan Wonosari,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto kepada Jawa Pos Radar Malang di Pendapa Agung Jalan Agus Salim, kemarin (7/7).

Menurut Tomie, dipilihnya dua kecamatan tersebut dengan mempertimbangkan sejumlah alasan. Pertama, BOP condong didirikan di Poncokusumo karena wilayah tersebut tepat berada di kaki gunung Bromo. Desa Ngadas juga merupakan bagian dari kecamatan ini, sekaligus menjadi pintu masuk ke kawasan Bromo dari Kabupaten Malang.

“Kementerian, melalui PP, menginginkan BOP berada di Poncokusumo. Karena memang dekat BTS. Sedangkan, Poltekpar, setelah dilakukan dievaluasi akan didirikan di Wonosari. Posisinya dekat dengan gunung Kawi yang juga salah satu objek pariwisata Kabupaten Malang,” sambung Tomie.

Selain Poltekpar, Wonosari juga dibidik oleh Kementerian Pertahanan. Kabarnya, SMA Taruna juga direncanakan dibangun di sana, tak jauh dari Poltekpar. Meski demikian, Tomie menegaskan belum ada lokasi pasti dari lahan untuk pembangunan. Di Wonosari misalnya, kawasan yang dibidik sebagai tempat Poltekpar dan SMA Taruna, adalah milik Perhutani.

“Lahan yang dibidik sebagai tempat pembangunan Poltekpar dan SMA Taruna, adalah milik Perhutani. Pasti berproses di pusat antara pemerintah dan Perhutani. Status lahannya harus clean and clear. Apakah hibah, pinjam pakai atau seperti apa. Begitu statusnya tuntas, baru eksekusi,” terang Tomie.

Dia berharap, pembangunan dua proyek pariwisata ini bisa sukses. Sehingga, kawasan Poncokusumo maupun Wonosari bisa menjadi pusat pariwisata dan pendidikan baru. Menurut Tomie, semua penganggaran pembangunan sepenuhnya berasal dari kementerian. Pemkab Malang hanya mendukung dari sisi kewenangan daerah. Misalnya, mendukung infrastruktur jalan dan lainnya.(fi n/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Bumi Kanjuruhan #Sektor Pariwisata #BTS #Kabupaten Malang #BOP #Poltekpar