Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Warna Jadi Pilot Project Pantai Low Carbon

Mardi Sampurno • Sabtu, 9 Juli 2022 | 23:35 WIB
Ilustrasi destinasi wisata pesisir pantai selatan Kabupaten Malang menjadi salah satu faktor peningkatan PAD. (darmono/radar malang)
Ilustrasi destinasi wisata pesisir pantai selatan Kabupaten Malang menjadi salah satu faktor peningkatan PAD. (darmono/radar malang)
KABUPATEN – Pantai Tiga Warna Kabupaten Malang ditetapkan sebagai pilot project destinasi wisata low carbon Indonesia. Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskannya di Bali dua hari lalu. Menurutnya, pantai ini masuk dalam lima destinasi ekowisata rendah karbon.

"Ini bertujuan demi meningkatkan kesadaran diri. Kalau kita bergerak, ada dampak kepada ekosistem. Karena itu, kita harus melakukan sesuatu, lebih dari sekadar wacana. Yaitu lebih ke arah kolaborasi dan aksi," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya.

Pantai Tiga Warna ditetapkan sebagai pilot project karena sejumlah alasan. Pertama, 90 persen wisatawan di Bali tertarik dengan wisata ramah lingkungan. Sebanyak 86 persen di antaranya bahkan bersedia ikut kegiatan perimbangan jejak karbon. Sehingga, lima tempat wisata dipilih untuk pilot project ini. Selain Pantai Tiga Warna, ada sejumlah lokasi lain yang dipilih. Yaitu, Plataran Menjangan di Taman Nasional Bali Barat, Mangrove Tembudan Berseri Berau di Kalimatan Timur, Bukit Peramun di Bangka Belitung, dan Taman Wisata Mangrove Klawalu di Sorong.

Bupati Malang HM Sanusi sangat mengapresiasi penetapan Pantai Tiga Warna sebagai pilot project wisata rendah karbon. “Tentu kami turut mendukung. Karena, ini bagus buat lingkungan. Ini juga bisa semakin meningkatkan kesadaran dan kepedulian lingkungan dari pemangku kepentingan pariwisata,” terang Sanusi kepada Jawa Pos Radar Malang, Jumat kemarin (8/7).

Apalagi Kemenparekraf bekerja sama dengan sejumlah penyedia platform yang memungkinkan wisatawan melakukan carbon offsetting. Wisatawan bisa menghitung jejak karbon selama perjalanan di Indonesia. Dengan menghitung jejak karbon memungkinkan wisatawan untuk menyalurkan sejumlah dana.

Dana ini mendukung program-program pilihan perimbangan karbon. Misalnya, seperti penanaman pohon, renewable energy, atau pengembangan ekowisata. Sanusi menyebut Kabupaten Malang sendiri tidak asing dengan konsep ekowisata. ”Boon Pring di Sanankerto Kecamatan Turen adalah bentuk nyata ecowisata berbasis desa,” terangnya.

Dia pun siap mendukung program-program peningkatan ecowisata. Supaya, jejak karbon dari kunjungan wisata, bisa diimbangi dengan semakin banyaknya program perimbangan karbon. Sehingga, kadar karbon di tempat wisata di Kabupaten Malang bisa terus terjaga di level rendah.(fin/nay) Editor : Mardi Sampurno
#pilot project #Pantai Low Carbon #Pantai Tiga Warna