Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bidik Gen Z, Dekopin Rintis Koperasi Film di Kabupaten

Mardi Sampurno • Rabu, 13 Juli 2022 | 19:10 WIB
Ilustrasi Koperasi (jawapos/ist)
Ilustrasi Koperasi (jawapos/ist)
KABUPATEN -  Koperasi membutuhkan terobosan agar generasi millennial tertarik dengan koperasi. Salah satunya dengan mendorong hadirnya koperasi film di Kabupaten Malang. Selain bisa mewadahi produktivitas para remaja, keberadaan koperasi ini juga sebagai persiapan bonus demografi  di masa mendatang.

Hal itu dilontarkan Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sri Untari Bisowarno. Menurutnya, ini adalah terobosan untuk memperkenalkan koperasi kepada generasi muda. Supaya, produktivitas anak muda, khususunya generasi Z atau gen Z terwadahi. “Program ini lagi kami persiapkan untuk dipraktikkan di Malang. Sedangkan, di Jakarta sudah mulai ada yang menjalankan,” ujar Untari kepada Jawa Pos Radar Malang.

Koperasi berbasis komunitas perfilman sudah berkembang di ibu kota. Sebab, insan perfilman menyadari koperasi bisa menaungi komunitas sekaligus bisnis. ”Koperasi film menjadi gambaran era baru berkoperasi,” bebernya. Menurut Untari, potensi koperasi film sangat besar. Karena, bidang industri yang bisa digarap adalah industri seni dan kreatif.

Koperasi film juga menjadi jalan masuk regenerasi pengguna jasa koperasi. Untari menegaskan, gen z maupun millennial harus dipenetrasi dengan konsep perkoperasian modern.

Sehingga, koperasi film merupakan solusinya. “Kita sedang mempersiapkan generasi emas Indonesia 10-20 tahun lagi. Dengan memproduksi film dan mengumpulkan komunitas film dalam koperasi, kita bisa membangun soko guru ekonomi untuk masa depan,” jelas Untari.

Sebagai contoh, Dekopin telah bekerja sama dengan Koperasi Serba Usaha Indonesia Kreatif Berkarya (Kinarya Coop). Produk film diplomasi berjudul ‘Teko’ digagas dari koperasi ini. Kerangka bisnis dari Kinarya Coop akan direplikasi di daerah-daerah. Termasuk di Kabupaten Malang. “Kabupaten Malang masih dalam tahapan rintisan. Nanti begitu koperasi film ini dimulai, turunan bisnis berbasis film ini akan sangat banyak.,” sambung Untari.

Ketum Dekopin meyakini, koperasi film akan menjadi jalan produksi kreatif bagi gen z dan millennial. Sehingga, anak muda Kabupaten Malang bisa lebih siap menghadapi bonus demografi 10-20 tahun lagi. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Koperasi Film #Gen Z #Demografi