Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Singa Bermahkota, Ikon Baru Stadion Kanjuruhan

Mardi Sampurno • Selasa, 2 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KADO ULTAH AREMA: Patung singa bermahkota terpasang di pintu masuk Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Butuh waktu dua bulan untuk membuatnya. (Suharto/ Radar Malang)
KADO ULTAH AREMA: Patung singa bermahkota terpasang di pintu masuk Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Butuh waktu dua bulan untuk membuatnya. (Suharto/ Radar Malang)
KABUPATEN – Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang makin kental bernuansa tim Singo Edan. Kini, di depan pintu masuk stadion sudah ada patung singa bermahkota. Tingginya 7,5 meter. Ikon baru Stadion Kanjuruhan itu punya berat mencapai sekitar 2.5 ton. Rinciannya, berat bagian kepala singa 1,5 ton, sementara mahkotanya 1 ton. Patung itu terbuat dari bahan aluminium.

Timbul Raharjo, pembuat patung tersebut mengaku butuh waktu dua bulan untuk menggarapnya. ”Semua prosesnya saya lakukan di Jogjakarta,” jelas seniman asal Bantul, Jogjakarta itu. Dia mengaku bila permintaan untuk membuat patung itu sudah datang sejak dua tahun lalu. ”Tapi memang baru dikerjakan bulan Juni lalu,” kata pria berusia 50 tahun itu.

Yang memintanya membuat patung itu adalah seorang Aremania sekaligus pengusaha yang bernama Na'am Shobir. ”Tujuannya Pak Shobir itu patung akan dijadikan kado untuk ulang tahun tim di bulan Agustus ini,” jelas pria yang juga menjadi Dekan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta tersebut.

Dalam membuatnya, dia turut melibatkan 30-an orang, yang mahir dalam bidang pembuatan patung (artisan). Orang-orang tersebut adalah mereka yang biasa berkarya di studionya. Dia menyebut bila patung singa bermahkota itu mempunyai beberapa filosofi, yang bisa diartikan sebagai sebuah doa untuk kesuksesan Arema FC. Pada bagian mahkota, terdapat kalimat sholawat. Penggunaan mahkota sengaja dilakukan sebagai gambaran jika singa adalah raja. ”Harapannya bisa menjadi yang terbaik di jagat sepak bola,” tuturnya.

Sementara aliran seni yang digunakan adalah kubisme. Aliran itu dipilih supaya menjadi pembeda dengan patung-patung lainnya yang pernah dia buat. ”Jadi bisa dibilang spesial (patung) ini,” kata Timbul. Menurut beberapa literasi, kubisme adalah aliran seni rupa yang memuat beberapa sudut pandang dari objek dalam suatu karya. Sehingga menghasilkan karya yang seakan-akan terpisah atau terfragmentasi.

Fragmentasi dalam aliran seni kubisme itu akan membentuk geometris. Seperti bentuk kubus, segitiga, silinder, lingkaran, dan lainnya. Timbul mengestimasi bila patung itu menghabiskan dana sekitar Rp 500 juta.

Di tempat lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Nazarudin Hasan mengatakan bila patung singa itu berasal dari CSR (Corporate Social Responsibility) sebuah perusahaan. ”Itu CSR dari Gajah Baru, dan kami (Dispora) mengapresiasinya. Bagus bagi Stadion Kanjuruhan,” ujar dia saat dikonfirmasi koran ini.

Dia mengatakan bila patung singa itu memperkuat image Stadion Kanjuruhan sebagai kandang tim Singo Edan. Selain itu, adanya patung juga membuat Stadion Kanjuruhan semakin menarik bagi pengunjung. Karena patung tersebut sangat layak dijadikan objek untuk foto selfie.

”Manfaat lainnya juga bisa meningkatkan kunjungan di luar pertandingan Arema,” tutup Nazar.(gp/fin/by) Editor : Mardi Sampurno
#stadion kanjuruhan #Ikon Singa #Singo Edan