“Alhamdulilah, kami menerima penghargaan ini. Kami datang bersama Pak Asisten (Nurcahyo) dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan,” ujar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi kepada Jawa Pos Radar Malang, dikonfirmasi Kamis sore kemarin (11/8).
PDRB atas dasar harga berlaku digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. Di Kabupaten Malang, nilai PDRB sektor agro mencapai Rp 15,836 triliun. Kontribusinya bagi Jawa Timur sebesar 5,61 persen. Sementara total PDRB Jatim 2021 di sektor agro senilai Rp 282,386 triliun.
Ini tak lepas dari status Kabupaten Malang sebagai pusat perta nian. PDRB agro di Kabupaten Malang disokong pertanian, kehutanan dan perikanan. PDRB agro juga berkontribusi besar bagi Kabupaten Malang. Sumbangannya mencapai 14,8 persen
dari total PDRB Bumi Kanjuruhan di tahun 2021 yang mencapai Rp 107,036 triliun. “Ke depan kami dorong sektor agro Kabupaten Malang. Sehingga, PDRB kita bisa terus meningkat. Serta, ekonomi mengalami peningkatan. Dan masyarakat kita makin makmur,” jelas Mahila. Menurutnya, pondasi bisnis agro Kabupaten Malang sangat baik. Karena wilayah Kabupaten diperkuat 46 ribu hektare lahan pangan produktif berkelanjutan (LP2B). Serta, ratusan ribu hektare lahan perkebunan serta kehutanan. Produksi sayuran, buah sampai perikanan juga dinilai ikut memengaruhi ekonomi Jatim.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Malang Nurcahyo menyatakan, ke depan akan lebih banyak kebijakan yang menyokong sektor agro di samping sektor pariwisata yang menjadi masa depan Kabupaten Malang. Sementara pertanian, perikanan dan hasil olah hutan merupakan fondasi masa kini Bumi Kanjuruhan. “Kami tentu mengapre siasi penghargaan tersebut. Karena, ini membuktikan sektor agro kita berdaya. Ke depan, kami akan terus mendorong sektor agro agar makin kuat. Sehingga, ekonomi kita juga makin maju,” tutupnya. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno