Dugaan penganiayaan itu terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, sekitar pukul 12.30. Salah seorang koordinator relawan ambulans NZR Moh Hafiz Iqbal mengatakan, saat itu pihaknya menerima kabar ada tiga orang jatuh dari pikap yang mengangkut sound system. Petugas ambulans bernama Muhammad Nauval Akbar langsung meluncur untuk melakukan evakuasi.
”Karena kapasitas ambulans hanya untuk mengevakuasi satu orang, maka tim tidak bisa langsung membawa tiga orang yang jatuh itu secara bersamaan,” kata Hafiz kemarin (12/8).
Namun kondisi itu memicu kemarahan beberapa orang. Mereka memaksa ambulans yang dibawa Nauval dan teman-temannya mengevakuasi tiga korban secara bersamaan. Pemuda 18 Tahun asal Kecamatan Blimbing itu pun menolak lantaran tidak sesuai dengan prosedur evakuasi.
Relawan ambulans dari tim NZR lainnya membantu memberikan pemahaman tentang prosedur evakuasi dalam rangka observasi dan perawatan luka. ”Kami memberikan pengertian bahwa sesuai SOP, ambulans tidak boleh membawa pasien lebih dari satu korban. Dan rekan yang lain sudah siap membawanya juga,” imbuh Hafiz.
Tetapi penjelasan kru ambulans itu tak bisa diterima. Mereka yang sudah terpancing emosi mencaci maki dan memukul Nauval yang sedang mengevakuasi korban. ”Setelah ada orang yang memukul, kami membawa korban untuk menjalani visum. Selanjutnya kami melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Malang. Laporan kami diterima petugas kepolisian bernama Aipda Prima Sugeng Hidayat,” kata hafiz.
Sementara itu, Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak Satreskrim Polres Malang sedang mendalami kasus penganiayaan tersebut. Namun dia belum bisa menyebut berapa jumlah oknum yang melakukan pemukulan. ”Saat kejadian ada banyak orang. Tapi yang memukul katanya hanya satu,” kata dia.
Taufik menambahkan, saat itu oknum tidak hanya melakukan pemukulan. Mereka juga melakukan perusakan terhadap mobil ambulans. Namun yang melakukan pemukulan dan perusakan bisa jadi orang berbeda. ”Ambulans saat ini sudah dibawa sopir untuk diperbaiki,” tandasnya. (nif/fat) Editor : Mardi Sampurno