Sebanyak 1.200 siswa dan 106 guru hingga karyawan bersemangat mengikuti acara sejak pagi. Mulai dari upacara, berbagai lomba antar guru dan juga antar siswa. Mengusung tema ke Bhinekaan, para guru dan karyawan diwajibkan berbusana pakaian adat. Ada yang memakai pakaian adat Suku Madura hingga suku Papua.
Momen harlah SMANEKA memang terbilang istimewa. Karena berada di bulan Agustus yang juga bulan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Jadi warga sekolah memperingati dua momen bersejarah sekaligus. Sebelum peringatan hari Senin kemarin, warga sekolah melaksanakan gerak jalan yang diikuti semua siswa dengan berkeliling di area Kepanjen dan sekitarnya.
Ketua Panitia Syarifatur Rofiah SPd menuturkan, peringatan hari lahir SMAN 1 Kepanjen menjadi momentum bagi siswa agar dapat memperdalam nasionalisme. ”Karena itu sekolah mengambil tema Bhineka Tunggal Ika dalam harlah kali ini".
Peringatan HUT dimulai dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala SMANEKA Sugeng Satrio Utomo SPd MPd. Kepala Cabang Dinas Wilayah Kabupaten Malang Dra Anny Saulina MSi juga hadir, bersama para mantan guru dan kepala sekolah yang berjumlah enam puluh enam orang. Dalam sambutannya Sugeng kembali mengingatkan agar siswa SMAN 1 Kepanjen punya prestasi, baik akademik maupun non akademik. Tidak hanya tingkat kabupaten sampai nasional, namun sampai dengan tingkat internasional, "kita harus terus memperkuat predikat SMAN 1 Kepanjen sebagai sekolah berprestasi. Belajar dan berlatih secara disiplin adalah kuncinya,” ujar Sugeng.
Selama itu, SMAN 1 Kepanjen dikenal intens mendulang prestasi, baik prestasi akademik maupun non akademik. Ajang kompetisi yang diikuti juga dinilai kapabel, seperti kompetisi yang diadakan oleh kementerian pendidikan dan ristek. (tik/nay) Editor : Mardi Sampurno