Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rutinkan Turnamen Sepak Bola Putri

Mardi Sampurno • Senin, 22 Agustus 2022 | 23:03 WIB
BIDIK BIBIT UNGGUL: Dua tim bertanding di ajang turnamen sepak bola putri Bupati Cup 2022 di Kepanjen. (BIDIK BIBIT UNGGUL: Dua tim bertanding di ajang turnamen sepak bola putri Bupati Cup 2022 di Kepanjen. (YUDISTIRA/RADAR MALANG)
BIDIK BIBIT UNGGUL: Dua tim bertanding di ajang turnamen sepak bola putri Bupati Cup 2022 di Kepanjen. (BIDIK BIBIT UNGGUL: Dua tim bertanding di ajang turnamen sepak bola putri Bupati Cup 2022 di Kepanjen. (YUDISTIRA/RADAR MALANG)
KABUPATEN – Upaya pembibitan pesepak bola putri di Kabupaten Malang harus disokong dengan digelarnya ajang turnamen lokal maupun regional. Hadirnya kompetisi memunculkan persaingan hingga memunculkan bibit-bibit baru.

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto menyatakan semuia stakeholder terkait harus mengambil langkah strategis untuk memajukan sepak bola putri Kabupaten Malang. ”Pastikan bibit-bibit unggul yang berpeluang menjadi pemain profesional, dapat perhatian. Fasilitasi juga bakatnya agar terwadahi optimal,” kata Didik usai peresmian Bupati Cup 2022 sepak bola putri di Kepanjen.

Menurutnya, kompetisi tingkat regional merupakan bagian dari pembinaan sepak bola. Turnamen untuk atlet putri ini juga sarana evaluasi hasil latihan. Sekaligus, meningkatkan semangat juang meraih prestasi. Apalagi, Didik meyakini sepak bola putri tidak kalah menghibur dan mempunyai sisi entertainment tinggi. Sementara itu, Manajer Arema Women Fuad Ardiansyah mengakui hingga kini kompetisi regional sangat minim. Walhasil, turnamen seperti Bupati Cup 2022 sangat dinanti atlet putri. “Saya salut buat Pemkab Malang karena bikin Bupati Cup. Ini menggairahkan nuansa sepakbola wanita di Malang,” ujar Fuad.

Menurut Fuad, pembibitan sepak bola wanita terhambat karena sepinya ajang turnamen yang bisa diikuti. Liga 1 Putri hanya digelar sekali setahun. Sedangkan, masa kompetisinya tidak panjang. Karena itu, turnamen regional seperti Bupati Cup sangat dicari-cari. Bahkan, menurut Fuad, ada tim dari luar pulau yang datang ke Malang demi turnamen ini.

“Dalam Bupati Cup 2022 itu, hadir B2 Pas, tim Bangka Belitung. Ini karena tim putri se-Indonesia, mencari kompetisi regional. Fungsi turnamen tingkat daerah ini untuk mengukur dan memantau pemain. Tanpa tambahan jam terbang di regional, kita sulit dapat pemain bagus,” jelas pria berkacamata ini.

Dengan memperbanyak main di turnamen lokal, sepak bola putri bisa tambah pengalaman. Begitu pengalaman bertambah, skill pemain meningkat. Kualitas timnas putri secara nasional pun akhirnya turut terangkat. Fuad berharap Pemkab Malang bisa meneruskan program turnamen sepak bola putri. “Sebetulnya puluhan tim putri di Malang hanya perlu wadah untuk kompetisi atau turnamen. Harapan kami piala bupati ini menjadi gelaran rutin tahunan,” tutup Fuad.(fin/nay) Editor : Mardi Sampurno
#rutinkan #Turnamen #Sepak bola Putri