Kepala SPKT Polres Malang Ipda Nining Husumawati mengatakan, laporan kehilangan cukup banyak. Belakangan, pihaknya sering mendapat laporan warga yang kehilangan saldo di ATM. Jumlah uang dalam tabungan yang raib juga tak sedikit. ”Satu mingguan yang lalu sampai ada yang menangis saat melaporkan uangnya hilang Rp 50 juta di ATM,” kata dia.
Menurut pelapor, saldo di tabungannya mendadak hilang setelah meng-klik link tersebut. “Entah dia memberikan kode TOP atau tidak saya tidak tahu. Katanya belum memberikan kode apa-apa,” kata dia saat ditemui di ruang SPKT Polres Malang Rabu (31/8) kemarin.
Menurutnya, warga yang melapor dengan kasus serupa sudah ada lima orang. Menurutnya, perlu ada edukasi dari pihak bank kepada nasabahnya. Jika perlu, setiap nasabah diberikan brosur berupa peringatan supaya tak mudah terbujuk rayu melakukan transaksi perbankan. “Kami hanya bisa menerbitkan surat pengaduan, direkomendasikan ke reskrim, nanti baru diterbitkan surat laporan polisi,” kata dia.
Karena itu, pihaknya mengimbau instansi terkait juga peka dalam menyikapi masalah yang dialami nasabahnya. Sebab kehilangan uang belasan hingga puluhan juta tentu sangat merugikan warga. Terlebih perkaran tersebut sudah berulang terjadi. (nif/nay) Editor : Mardi Sampurno