Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Punya Alat Canggih, Atasi Pasien Takut Suntik

Mardi Sampurno • Sabtu, 3 September 2022 | 23:28 WIB
PREVENTIF: Plt. Direktur RSUD Kanjuruhan Dr Bobi (kiri) ikut memantau penggunaan alat CT Scan untuk pasien di RSUD Kanjuruhan.
PREVENTIF: Plt. Direktur RSUD Kanjuruhan Dr Bobi (kiri) ikut memantau penggunaan alat CT Scan untuk pasien di RSUD Kanjuruhan.
KEPANJEN - RSUD Kanjuruhan mengusung konsep hospital tourism demi mengangkat performanya. Sejumlah alat canggih didatangkan sebagai pendongkrak layanan. Kehadiran alat canggih tersebut di-bundling program khusus demi mendukung konsep hospital tourism.

Salah satunya adalah layanan CT Calsium Score yang sudah bisa diakses masyarakat. ”Dengan alat canggih seperti MRI 1,5 Tesla dan CT Scan bisa diketahui seberapa sehat kondisi pembuluh darah. Hanya 15 menit, tanpa suntik menyuntik, bisa ada penegakan diagnosa,” ujar Plt. Direktur RSUD Kanjuruhan Dr Bobi Prabowo SpEM KECM Biomed kepada Jawa Pos Radar Malang, kemarin (2/9).

CT Calcium Score adalah pemeriksaan nilai kalsium pada pembuluh darah dalam jantung melalui CT scan. Skrining jantung ini mengevaluasi risiko penyakit jantung koroner Coronary Artery Disease (CAD). Dengan menggunakan CT scan, dokter bisa memperoleh gambar pem buluh darah dalam jantung pasien.

Tes ini sekaligus mendeteksi keberadaan, kadar, jumlah dan lokasi plak (penumpukan lemak dan zat inflamasi) di dinding arteri koroner tanpa memakai injeksi kontras/ pewarna. ”Penumpukan pada dinding arteri membatasi aliran darah. Ujungnya, penderita dapat terkena serangan jantung,” tambahnya.

Temuan pada CT cardiac dinyatakan sebagai calcium score. Ini sebagai indikator seberapa banyak sumbatan di pembuluh darah koroner jantung pasien. Skor kalsium 100-400 berisiko 4 x lebih besar terkena jantung koroner ketimbang yang skornya nol. Sementara untuk skor 400-1.000 berisiko 7 kali lebih berpeluang terserang jantungnya. Sedangkan
skor kalsium 1.000 sangat berisiko dengan peluangnya 10 kali lebih besar terkena serangan jantung ketimbang yang skornya nol. “Ini cocok bagi yang takut disuntik dan takut obat. Hasil pemeriksaan bisa menegakkan diagnosa awal. Untuk selanjutnya, perlu ada konsultasi lanjutan dengan dokter,” terang Bobi.

Menurutnya, konsep dasar hospital tourism adalah preventif sekaligus menjadi rumah sakit rujukan. Sehingga keberadaan CT Calsium Score ini termasuk program pendukung. Karena, sifat program ini juga preventif. Pasien juga belum dalam kondisi terkena serangan jantung ketika mencoba program tersebut.

Bobi menambahkan dari tahun 2021, RSUD telah mendatangkan alat-alat canggih setara RS tipe B. Tahun 2022 ini, sejumlah alat kedokteran terkini juga masih akan dihadirkan. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Alat Canggih #Pasien #Takut Suntik