“Tren koi di Malang sedang meningkat. Petaninya pun cukup banyak. Contohnya, lelang-lelang ikan koi di tempat kami juga mulai banyak dimenangkan orang Malang,” ujar Muhamad Arifin, staf pengelola Bagong Nishikigoi Farm Pakisaji.
Untuk menentukan keindahan koi, para penghobi ikan yang diyakini membawa hoki ini sudah punya pakem standar. Pertama tentu menyangkut warna. Tiap jenis koi telah memiliki pattern warna tertentu. Begitu ada varian, nilai estetikanya naik. Variasi peranakan koi juga ribuan.
Namun, ada beberapa varian yang populer. Contoh, koi jenis sowa bercorak merah, putih dan hitam. Namun, warna hitam lebih mendominasi. “Ada pula varian kujaku. Dia ini lebih terlihat mengilap ketika dilihat dari luar kolam. Ada yang setengah oranye, polos, atau merah. Sedangkan, varian kohaku lebih banyak berwarna merah dan putih,” tutur Gripon, sapaan akrabnya.
Koi yang untuk hiasan, harganya lumayan stabil. Untuk ikan berukuran 25-35 sentimeter dipatok antara Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribuan. Itu tergantung kualitas, warna dan pattern-nya. Sementara, koi berukuran 40-47 sentimeter, berharga antara Rp 1 juta sampai Rp 3 juta. Beda lagi ceritanya bila untuk kontes. “Kalau yang untuk kontes tidak segitu harganya,” kata Gripon tanpa menyebut harga ikan kontes.
Untuk menghasilkan koi berkualitas, ada caranya. Biasanya, proses ini sudah dimulai pada saat pemijahan atau perkawinan koi. Induk dan jantan disatukan dalam kolam. Air juga telah ditentukan kadar pH atau keasaman khusus. Dari sejumlah referensi, pH ideal kolam koi adalah 6,5-8,0. Kemudian, air dengan kadar tertentu Total Dissolved Solid (TDS) juga harus diciptakan dalam kolam pemijahan.
Treatment air menjadi rahasia dapur masing-masing pembudidaya koi. Menurutnya, jumlah telur tergantung kualitas pemijahan. “Untuk indukan yang ukurannya sekitar 80 sentimeter, telurnya bisa ratusan ribu. Tetapi, pasti ada beda nya, memijah di kolam khusus dan di sawah. Tidak bisa dipukul rata. Prinsipnya, kian banyak ikan dalam satu kolam, semakin sulit berkembang sehat. Karena, saingan dan rebutan makanan,” jelas Gripon.
Dari pantauan, ikan-ikan itu ditempatkan di bak berdiameter 2 meteran. Kolam ini diberi oksigen dan alat saringan khusus. Di dalamnya, terdapat ikan koi berbagai ukuran dan jenis. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno