Salah satu relawan Arela (Arek Lawang) Bastian menjelaskan, Yudi memilih bermukim di dalam gua tersebut sejak 2002 silam. “Sejak itu, bapak Yudi tidak mau pulang ke rumah. Dia memutuskan menetap di sana dan meninggalkan istri dan anakanaknya yang masih kecil,” terang dia.
Belakangan, istri dan anak- anak Yudi memilih pergi dari rumah, pindah ke luar kota. “Jumlah anaknya ada 7 orang dari dua istri. Yang masih sering ke sini anaknya bernama Doni dan Bayu. Untuk kedua istrinya kami tidak tahu apa masih ada atau bagaimana,” tambah Bastian.
Bastian mengaku, belakangan saat dirinya pergi ke sawah tak lagi melihat sosok Yudi.
Hingga akhirnya ia bersama warga mengecek kondisi Yudi. “Setelah mengetahui kondisinya sakit dan tidur di atas kardus, akhirnya kami memberi tahu perangkat desa dan melapor ke Polsek Lawang,” terangnya.
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat melalui Kapolsek Lawang Kompol Yatmo menuturkan, evakuasi Yudi dilakukan 1 September lalu. Saat ini, Yudi sudah dirawat di Griya Lansia Husnul Khatimah yang berada di Jalan Suropati, Wajak, Kecamatan Wajak. “Karena keluarganya tidak ada di Lawang, akhirnya kami bawa ke Griya Lansia Wajak. Supaya Bapak Yudi mendapat perawatan dan tempat singgah yang lebih layak,” kata dia. (nif/nay) Editor : Mardi Sampurno