Kordinator Tagana Kabupaten Malang Fatkhuroji menyebutkan, Mutiah bangun tidur sekitar pukul 05.50. Kemudian, warga RT 32/RW 06 itu pamit kepada keluarganya untuk buang air kecil di sumur. Lokasi sumur itu di pekarangan rumah. Pihak keluarga sempat heran lantaran Mutiah tak kunjung kembali ke dalam rumah. ”Tahu-tahu setelah di cek. Sumur itu sudah ambruk. Di dalam sumur itu terlihat tubuh Mutiah,” kata Fatkhuroji.
Dia menjelaskan, bangunan tembok sumur yang tingginya sekitar 1,5 meter itu sudah tua dan rapuh. Diduga, tembok itu ambruk saat Mutiah menimba air. Akibatnya, badan Mutiah yang sudah condong ke arah sumur itu ikut terjatuh dan tercebur.
Pihak keluarga yang mengetahui kejadian itu langsung melapor ke perangkat desa. Laporan kemudian dilanjutkan ke Tagana dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, sekaligus permintaan bantuan evakuasi.
Tim yang datang sekitar pukul 08.00 langsung memasang peralatan evakuasi di atas sumur. Baru sekitar pukul 09.30, Nenek Mutiah bisa diangkat ke permukaan ”Namun saat di evakuasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata dia.
Saat itu juga pihak keluarga meminta segera dilakukan proses pemakan yang dimulai dengan memandikan jenazah. ”Pihak keluarga menganggap kejadian itu murni musibah, sehingga minta langsung dimakamkan. Evakuasi juga disaksikan petugas dari kepolisian dan koramil,” tandas Fatkhuroji. (nif/fat) Editor : Mardi Sampurno