Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Surplus Stok Darah, Suplai ke Daerah Lain

Mardi Sampurno • Kamis, 15 September 2022 | 23:25 WIB
AMANKAN STOK: Nakes melayani peserta donor darah IJTI Malang Raya di markas PMI Kabupaten Malang. (YUDHISTIRA/RADAR MALANG)
AMANKAN STOK: Nakes melayani peserta donor darah IJTI Malang Raya di markas PMI Kabupaten Malang. (YUDHISTIRA/RADAR MALANG)
PAKISAJI – Upaya mencukupi kebutuhan darah terus digeber PMI Kabupaten Malang. Per kemarin (14/9), stok plasma mencapai 613 kantong. Selain untuk warga Bumi Kanjuruhan, kebutuhan stok darah juga disuplai untuk daerah lain yang kekurangan.

Ketua PMI Kabupaten Malang Jajuk Rendra Kresna menyatakan, pihaknya menggandeng semua stakeholder untuk bekerja sama menambah pasokan stok darah. “Kami terus mendukung donor darah seperti yang dilakukan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Malang Raya. Alhamdulillah, stok darah Kabupaten Malang selalu cukup. Sehingga, hasil donor seperti bersama IJTI bisa diperbantukan ke daerah lain,” kata Jajuk kepada wartawan di markas PMI Kabupaten Malang, Kebonagung Pakisaji, kemarin.

Jajuk merinci, stok darah A sejumlah 217 kantong. Golongan darah B sebanyak 128 kantong. Kemudian, jenis darah O mencapai 216 kantong. Serta, AB sekitar 52 kantong. Jajuk merinci, kebutuhan darah tahunan di Kabupaten Malang sekitar 2.000 kantong plasma. Dengan rata-­rata donor mencapai 600 kantong per bulan, ada surplus plasma.

Kelebihan inilah yang dikirim ke daerah­-daerah lain yang kekurangan. Misalnya
Mojokerto, Pasuruan, Lumajang, Blitar dan Tulungagung. “Kami tentu tidak akan berhenti berkegiatan membangun kesadaran. Kami bangun kelompok­-kelompok baru yang sadar donor darah. Karena, kesadaran Kabupaten Malang sempat menurun saat pandemi. Namun, sekarang setelah pandemi landau, masya rakat mulai berani donor lagi,” sambung anggota DPRD Jatim tersebut.

Ketua IJTI Malang Raya Muhammad Tiawan menyebut, IJTI tidak hanya menggelar donor darah bersama PMI. Dia juga menghelat pelatihan mitigasi bencana alam bagi wartawan. Baik wartawan cetak, online, radio maupun televisi. Peserta pelatihan mitigasi berasal dari berbagai media lintas organisasi wartawan.

“Mitigasi bencana alam sangat dibutuhkan. Karena jurnalis kerap kali melakukan peliputan di lokasi bencana. Sehingga workshop mitigasi bencana ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan awak media mengurangi resiko bencana saat berada di lokasi bencana,” kata Tiawan. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Suplai #Surplus Stok Darah #Daerah Lain