Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jadi Langganan Maling, Pasar Wajak Tingkatkan Keamanan

Mardi Sampurno • Selasa, 27 September 2022 | 23:05 WIB
KEBOBOLAN TERUS: Bagian depan Pasar Wajak yang sering disatroni maling dalam enam bulan terakhir. (HANIFUDIN MUSA/RADAR MALANG)
KEBOBOLAN TERUS: Bagian depan Pasar Wajak yang sering disatroni maling dalam enam bulan terakhir. (HANIFUDIN MUSA/RADAR MALANG)
WAJAK - Peristiwa pencurian dan perusakan bedak pedagang Pasar Wajak yang marak terjadi dalam 6 bulan terakhir masih menyisakan kontroversi. Pengelola pasar baru mengetahui adanya kejadian tersebut setelah viral di media sosial (medsos).

Meski begitu, upaya meningkatkan keamanan pasar akan dilakukan secepatnya. Hal itu menjadi pembahasan dalam pertemuan yang digelar Unit Pengelolaan Pasar Daerah (UPPD) Wajak dan Paguyuban Persatuan Pasar Kabupaten Malang (P3KM) Wajak Senin (26/9) kemarin.

Pertemuan dihadiri Kepala Pasar Wajak Ayom Ajisaputra, Ketua P3KM Wajak H. Bakri dan sejumlah petugas keamanan pasar. Menurut Bakri, selama ini keberadaan P3KM Wajak selama ini juga hanya sebatas nama saja. Karena mereka juga belum mengantongi SK resmi.

“Kita harus ada perubahan kepe ngurusan, kita yang ada sekarang sudah tua. Kita harus benahi apa yang menjadi kekurangan di Pasar Wajak,” kata dia. Bakri menyebut, maling dengan leluasa masuk pasar karena dari 20 pintu masuk pasar, 5 di antaranya rusak. Sehingga maling dengan mudah masuk dan melakukan perusakan bedak dan mencuri barang pedagang.

Sementara itu, Kepala Pasar Wajak Ayom Ajisaputra menyatakan pihaknya sudah mendata pedagang mana saja yang kemalingan dan jumlah kerugian yang diderita. Selama ini, Ayom mengaku tidak mengambil tindakan atas kejadian pencurian yang kerap terjadi karena tidak ada pedagang yang melapor padanya. “Saya baru 6 bulan di sini. Tidak ada laporan kalau ada perusakan pasar sebanyak 26 kali seperti yang sudah viral itu, “ kata dia.

Ayom lantas membeber jika kejadian pencurian di Pasar Wajak tersebut tersebut bukan 26 kali tapi sebanyak 18 kali. “Sejak 6 bulan yang lalu ada 15 kios. Dari 15 itu, dua kios ada isinya tapi tidak di ambil. Dan pada Kamis, 22 September ada tiga kios yang dirusak. Satu kios diambil dagangannya,” kata dia.

Untuk ke depan, ia berjanji menghidupkan kembali P3KM serta membantu proses pembuatan SK. Tak hanya itu, ia akan menambah personel keamanan di Pasar Wajak. “Sebelumnya setiap blok hanya satu orang. Jadi melihat pasar begitu luasnya, petugas akan kami tambah dan akan ada penambah gaji keamanan, “ tutup dia.(nif/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Tingkatkan Keamanan #Langganan Maling #Pasar Wajak