"Salah satunya dengen pembelajaran tari. Karena di dalamnya ada tiga unsur utama yakni musik, visual dan gerakan. Tentu tiga unsur ini bisa dijadikan media untuk mengekspresikan jiwa," ucap Guru TK Dharma Wanita Persatuan 1 Slorok Wiwik Herijati S.Pd, Selasa (4/10).
Dengan mempelajari tari otomatis ada banyak aspek yang berjalan. Di antaranya nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni.
Dalam fisik motorik akan ada dua aspek. Yakni motorik kasar, motorik halus dan kognitif. Dalam motorik kasar siswa akan mampu menggerakkan tubuh secara terkoordinasi, lentur, seimbang dan lincah.
"Sedangkan dalam motorik halus siswa akan memiliki kemampuan dan kelenturan menggunakan jari dan alat untuk mengeksplorasikan diri dalam berbagai bentuk," imbuhnya.
Untuk itu, siswa dalam usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat butuh pembelajaran tari. Sesuai dengan peruntukkannya, PAUD merupakan pembinaan yang ditujukan sejak lahir hingga berusia enam tahun. Dengan banyaknya manfaat dan rangsangan bagi anak tentu akan membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani.
"Pembelajaran tari tidak hanya mengembangkan kompetensi motorik semata. Tapi kompetensi afektif dan kognitif juga ada. Maka dari itu pembelajaran tari akan membentuk arah pengetahuan, sikap dan keterampilan gerak," terangnya lagi. Sehingga ditarik kesimpulan bahwa anak dalam usia PAUD membutuhkan pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif saja. Harus ada stimulus lain untik merangsang aspek motorik. (fif) Editor : Indra Andi