Mereka ditugaskan untuk menilai kelayakan bangunan stadion yang telah “memakan” ratusan nyawa suporter itu.
“Yang datang tim penilai kelayakan bangunan dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Ada juga tim dari Pemprov Jatim,” kata Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang Henry Tandjung kepada Jawa Pos Radar Malang Selasa sore.
Seluruh anggota tim yang datang tampak mengelilingi seluruh Stadion Kanjuruhan. Mulai dari bagian luar hingga bagian dalam. Tak terkecuali gerbang 13 yang menjadi tempat terbanyak meninggalnya penonton pertandingan Arema FC kontra Persebaya pada 1 Oktober lalu.
Sesekali, petugas dari Kementerian PUPR mengeluarkan alat pengukur digital. Benda tersebut ditempelkan ke tembok untuk mengukur dimensi gerbang utama sisi selatan. Setelah itu, tim bergerak lagi ke pintu masuk utama. Usai mencatat sesuatu dalam note-nya, petugas tersebut masuk ke dalam stadion.
Tandjung menjelaskan bahwa kedatangan tim tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Presiden RI tentang audit stadion. “Infonya Pak Menteri PUPR juga mau datang ke Stadion Kanjuruhan juga,” tambah Tandjung.
Dia mengaku belum tahu bagaimana hasil audit yang telah dilakukan kemarin. Tetapi, jauh sebelum ada tragedi 1 Oktober lalu, Pemkab Malang telah mengajukan rencana bangun ulang stadion ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. Namun usulan itu diteruskan kepada Kementerian PUPR. “Kami sudah usulkan dua kali agar dibangun dengan dana dari APBN,” jelasnya.
Meski sudah ada kunjungan dari pusat kemarin, Tandjung belum bisa memastikan apakah Stadion Kanjuruhan bakal dibangun ulang. Keputusan sepenuhnya ada pada Kementerian PUPR sebagai pemegang anggaran.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo memerintahkan audit stadion seluruh Indonesia yang digunakan untuk pelaksanaan Liga 1 sampai 3. Untuk Stadion Kanjuruhan, Presiden juga meminta dilakukan perbaikan pintu gerbang, posisi duduk, pagar dan lain-lain. (fin/fat) Editor : Mardi Sampurno