Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Korban Kanjuruhan, 634 Rawat Jalan, 11 di RS

Mardi Sampurno • Senin, 17 Oktober 2022 | 23:57 WIB
SEMPAT PINGSAN DI STADION: Imelda Revalina, salah satu korban Kanjuruhan yang selamat sedang menunjukkan foto rekan-rekan suporter dalam tragedi memilukan, 1 Oktober lalu. (DARMONO/RADAR MALANG)
SEMPAT PINGSAN DI STADION: Imelda Revalina, salah satu korban Kanjuruhan yang selamat sedang menunjukkan foto rekan-rekan suporter dalam tragedi memilukan, 1 Oktober lalu. (DARMONO/RADAR MALANG)
KABUPATEN - Satu persatu korban luka dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober lalu sudah mulai membaik. Setidaknya, dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, sampai kemarin, tinggal 11 orang yang dirawat di rumah sakit.

Sedangkan 634 korban sudah menjalani rawat jalan.

Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo M.MKes, korban yang tercatat sekarang meliputi 132 orang meninggal dunia. Sementara sisanya adalah korban luka ringan, sedang, berat, hingga yang masih menjalani rawat inap.

“Untuk yang masih dirawat inap, totalnya sekarang ada 11 orang. Mereka tersebar di RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) dan RSUD Kanjuruhan. Sedangkan 634 orang lainnya melakukan rawat jalan,” ujar Wiyanto saat dihubungi.

Secara rinci, di RSSA terdapat 8 korban dengan rincian 3 orang di Intensive Care Unit (ICU) dan 5 orang di ruang reguler. Sementara, di RSUD Kanjuruhan ada 3 korban. 1 orang di ICU serta 2 orang di ruang reguler.

“Di RSSA, untuk 2 korban luka berat di ICU masih menggunakan ventilator,” imbuhnya.

Keberadaan korban yang masih dirawat di RSUD Kanjuruhan dibenarkan Direktur RSUD Kanjuruhan dr. Bobi Prabowo Sp.EM. Dia mengungkapkan, 1 orang di ICU sekarang berada dalam kondisi baik.

“Pasien mengalami gegar otak berat, tapi sekarang kondisinya sudah membaik. Bahkan, sejak Kamis kemarin sudah dipindahkan ke ruangan biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Tragedi Kanjuruhan masih menyisakan ingatan yang tidak terlupakan bagi para korban. Misalnya, bagi warga yang tinggal di Jalan Rawisari Supiturang, Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang. Di kawasan itu, ada tiga orang yang menjadi korban. Yakni Imelda Revalina, Putri Agnes Septi Engelika Hartono, dan Devita Revalina.

Menurut Imelda, saat itu dirinya dan Agnes menonton di tribun 12. Keduanya pun tak luput dari tembakan gas air mata.

“Dalam pengamatan saya, gas air mata pertama kali ditembakkan di tribun 13. Lalu juga ke tribun lainnya, termasuk tempat saya berada,” tutur siswi SMK Negeri 11 Kota Malang tersebut.

Beruntungnya, saat itu siswi kelas 12 ini ditolong temannya. Imelda dibantu untuk mencari jalan keluar melalui tangga. Akan tetapi, kondisi di tangga sangat ramai hingga berdesakan. Akibatnya, dirinya terjepit dan jatuh pingsan.

Oleh temannya, Imelda yang sedang pingsan lantas dibawa ke kamar mandi sampai sadar. Namun, saat sudah sadar keduanya tidak bisa segera pergi karena pintu kamar mandi tempat mereka berada terkunci.

“Untungnya, ada orang yang menolong kami. Besoknya, saya dibawa ke RSI Aisyiyah Kota Malang untuk mendapat perawatan karena ada luka di lengan, kaki, dan lebam-lebam,” sebutnya.

Namun, kini kondisi Imelda sudah membaik. Di rumah sakit dirinya hanya menjalani rawat jalan.

Selain Imelda, teman satu kampungnya Devita Revalina juga turut menjadi korban. Siswi kelas 1 SMK Negeri PGRI 6 Janti itu mengungkapkan, ini bukan pertama kalinya menonton Arema FC berlaga.

Pekan lalu, dia pergi menyaksikan pertandingan bersama 6 temannya. Mereka berada di tribun 7. Alin, sapaan akrabnya, menjelaskan saat itu ada seorang suporter dari tribun 7 yang turun. Namun, suporter tersebut mendapat tembakan gas air mata.

“Gas air mata tersebut ditembakkan ke tribun 1-14. Akhirnya, banyak asap. Saya juga sempat sesak,” ucapnya.

Alin pun berupaya menyelamatkan diri. Dia naik ke papan skor dan menghadap tembok sampai kondisi mereda. Untungnya, dia tak sampai mengalami luka tertentu. (mel/abm) Editor : Mardi Sampurno
#korban tragedi kanjuruhan #kondisi pasien