Belum diketahui secara pasti pemicu kebakaran toko bangunan milik Djihadi, 69, tersebut. ”Tahu-tahu asap tebal sudah muncul dari dalam toko,” ujar Anisa, salah seorang warga setempat. Dia mengaku keluar rumah setelah mencium bau barang terbakar dan melihat toko bangunan Nopoto sudah membara.
“Asapnya mengepul hitam. Tidak tahu berapa kali mobil Damkar ambil air tadi. Pokoknya sampai pagi hari mobil pemadam masih bolak balik membawa air,” kata dia.
Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Malang Goly Karyanto menyebut, saat mendapat informasi adanya kebakaran, pihaknya langsung bergegas menuju ke lokasi. “Laporan masuk pukul 00.20 WIB, kami tiba di lokasi pukul 00.50 WIB,” kata dia.
Melihat banyaknya bahanbahan yang mudah terbakar di lokasi kebakaran membuat pihaknya kewalahan. Tak hanya itu, api juga susah dipadamkan karena petugas susah menjangkau ke lantai atas. “Jadi disemprot dari bawah,” kata dia.
Hingga pukul 10.00 WIB, Goly menyebut api baru berhasil dijinakkan. “Petugas kepolisian masih menelusuri penyebab munculnya api. Beruntung tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut,” terang Goly. Sementara akibat kebakaran, ditaksir pemilik toko menelan kerugian hingga Rp 2,3 miliar. (nif/nay) Editor : Mardi Sampurno