Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kerahkan Alat Berat Bersihkan Lebakharjo

Mardi Sampurno • Sabtu, 22 Oktober 2022 | 19:39 WIB
Ilustrasi Alat Berat untuk Penanganan Banjir
Ilustrasi Alat Berat untuk Penanganan Banjir
UNTUK PENANGANAN MATERIAL PASCABENCANA

AMPELGADING - Pembersihan material pascabencana banjir dan longsor di wilayah Malang selatan terus berjalan. Dua dari tiga desa dengan dampak terparah, sudah bersih dari material yang terbawa saat banjir. Yaitu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo.

Satu desa yang tersisa dan belum bersih adalah Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading. Hingga kemarin (21/10), desa paling timur Kabupaten Malang itu belum tuntas pembersihan. “Secara umum, Sitiarjo dan Pujiharjo sudah tuntas untuk pembersihan material pascabencana,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Muhammad Nur Fuad Fauzi sore kemarin. Sementara untuk Desa Lebakharjo proses pembersihan masih sekitar 65 persen.

Menurut Fuad, pembersihan di Lebakharjo terkendala akses dan luasnya wilayah yang harus dijangkau. Apalagi pada hari H bencana, jalur menuju Lebakharjo terputus. Baik jalur di Desa Sonowangi maupun Desa Purwoharjo, tidak bisa dilewati akibat longsoran. ”Belum lagi, dua jalur itu sama-sama ekstrem,” tambahnya. Banyak turunan dan naikan yang curam.

Untuk pembersihan di kawasan Lebakharjo, BPBD menurunkan tambahan ekskavator. Sebab, ekskavator PC 45 MR milik BPBD rusak. Sejak Rabu, alat berat ini sudah bekerja di Lebakharjo. Karena bekerja tanpa henti, alat itu akhirnya rusak dan diservis.

“Lebakharjo masih perlu tambahan ekskavator. Kami kirimkan untuk pembersihan. Target kami pekan ini bisa bersih sepenuhnya,” kata Fuad. Menurut Fuad, BPBD berani mendatangkan ekskavator dari Tirtoyudo karena Pujiharjo sudah bersih. Tidak ada material lagi yang menghalangi jalan. Pembersihan sisa-sisa material banjir tidak lagi membutuhkan penanganan alat berat. Alat berat di Desa Sitiarjo juga sudah tidak digunakan lagi.

Sementara itu, Kepala Desa Lebakharjo Sumarno mengatakan, setidaknya ada 700 KK yang terdampak bencana hidrometeorologi. Luas wilayah yang terdampak lebih dari 250 hektare sawah. "Selain itu, ada banyak fasilitas umum yang rusak dan terendam seperti sekolah dan masjid serta gereja,"ujarnya. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Banjir dan Longsor #bencana alam #Sitiarjo Sumbermanjing Wetan