Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Setahun, Sentra Jeruk Dau Capai 137 Ribu Ton

Mardi Sampurno • Kamis, 3 November 2022 | 02:29 WIB
KOMODITAS FAVORIT: Tanaman jeruk jenis siam madu di salah satu kebun milik warga Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau. YUDISTIRA/RADAR MALANG
KOMODITAS FAVORIT: Tanaman jeruk jenis siam madu di salah satu kebun milik warga Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau. YUDISTIRA/RADAR MALANG
DAU – Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau menjadi salah satu sentra penghasil jeruk di Kabupaten Malang. Ada dua jenis yang banyak ditanam petani. Yakni jeruk siam madu dan jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL).

“Produk andalan memang masih jeruk siam madu. Sekarang jeruk RGL juga mulai digemari. Tetapi, pasarnya tidak di Malang. Melainkan di ibu kota,” kata Kades Gadingkulon Wahyu Eddi Prihanto. Menurutnya, jeruk siam madu saat ini mendominasi produksi jeruk di wilayah Kecamatan Dau.

Dari data BPS Kabupaten Malang, produksi per tahunnya mencapai 137 ribu ton. Konsumsi jeruk siam madu lebih banyak untuk pasar lokal Malang. Meskipun ada juga yang dikirim ke luar daerah di Jawa Timur. Dari segi rasa, jeruk siam madu memang lebih manis dengan kulit cenderung tipis. Kemudian, seperti jeruk matang pada umumnya, rasanya manis. Jeruk siam madu berasal dari tanah Karo, Sumatera Utara. Petani Dau berhasil mengembangkannya di Malang. Kawasan Gadingkulon yang berada di ketinggian juga turut mendukung kesuksesan mencangkok buah asal Sumatra di Malang.

Sebaliknya, RGL mempunyai sensasi berbeda. RGL yang berasal dari Bengkulu cenderung lebih hambar. Rasanya tidak semanis jeruk siam madu. Namun, kesegaran dan keasamannya cukup mendominasi. RGL yang matang terasa asam dan segar. “Kalau RGL dijual ke luar kota, terutama Jakarta. Karena banyak warga ibu kota yang suka RGL ini,” tambah Eddi. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Sentra Jeruk #DAU kabupaten malang #Komoditas Favorit