Dari pantauan kemarin, air menggenang setinggi kurang lebih 50 sentimeter. Luberan air hujan mengalir deras di ruas jalan belok arah Karangploso karena posisi aspalnya miring ke arah trotoar. Namun tidak terlihat ada saluran drainase di dasar trotoar tersebut. Akibatnya, air sempat menggenang. Sementara di sisi barat terdapat saluran drainase hingga air mengalir ke situ. Beberapa kendaraan harus mengambil posisi agak jauh untuk berbelok ke arah Karangploso. Namun, ada juga motor yang nekat menerobos genangan air ini.
Sumaryono, 45, warga Karangploso membenarkan. Dia mengendarai motor dan sempat berhenti di warung sekitar tempat genangan untuk berteduh. “Saya lihat banyak yang nekat juga. Karena, memang genangannya di sekitar situ saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin sore.
Namun bila tidak hati-hati, air bisa masuk ke mesin. Terutama, motor dengan posisi mesin dan saluran saringan udara yang rendah. Serta, kendaraan sepeda motor dengan karburator. Air berpotensi masuk dan membuat motor mogok.
Kawasan ini merupakan kewenangan dari Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jalur sisi utara, timur dan selatan di perempatan Karanglo adalah jalan nasional. Sedangkan, jalur barat menuju Karangploso yang tergenang, milik Pemprov Jatim. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno