Kabar pilu itu terjadi Jumat sore (2/12). Menurut salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, balita nahas itu awalnya mengonsumsi cilok sambil bermain. ”Padahal ciloknya sudah dipotong kecil-kecil, tapi karena makannya sambil bermain, jadinya tersedak,” ujar warga tersebut, kemarin (3/12).
Tak lama setelah tersedak, si balita segera dibawa ke Klinik Rawat Inap Muhammadiyah.
Jarak tempuhnya sekitar dua menit dari rumah keluarga si balita. Belum sempat mendapat perawatan intensif, balita tersebut akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.
Jawa Pos Radar Malang sempat mencoba mengonfirmasi Klinik Rawat Inap Muhammadiyah. Beberapa pegawai yang ditemui kemarin turut membenarkan kejadian itu. Namun mereka enggan berkomentar banyak, karena pegawai klinik yang berjaga Jumat lalu (2/12) masih off.
Wartawan koran ini juga sempat mengunjungi rumah duka. Salah seorang perempuan yang menjadi kerabat korban membenarkan kejadian itu. Hanya saja dia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. ”Tidak usah ya, kami masih berduka,” kata dia singkat.
Dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, balita berusia 4 tahun itu merupakan cucu dari kepala desa setempat. Di tempat lain, Kapolsek Sumberpucung AKP Lukman Hudin mengaku turut mendengar kabar tersebut. Dia juga mengabarkan bila balita nahas itu merupakan cucu dari Kades Sumberpucung.
”Tapi saya tidak tahu kronologinya. Yang jelas (kejadiannya) kemarin (Jum’at),” kata Lukman. (mel/by) Editor : Mardi Sampurno