Pantauan Jawa Pos Radar Malang, abu tersapu angin dari arah gunung menuju barat daya. Kawasan Desa Tirtomarto paling banyak dihujani abu. “Tetapi tidak terlalu banyak. Material abunya tipis-tipis pagi tadi (kemarin, 4/12,” kata Dayu Kriswanda, 31, warga Desa Tirtomarto saat ditemui di lokasi.
Akibat abu vulkanik, desa dengan julukan Bakroto itu terlihat mendung. Sebab, abu vulkanik masih berada di udara. Perlahan, material abu dari Semeru turun di kawasan Tirtomarto dan sekitarnya. Erupsi terjadi lagi setelah satu tahun, yakni 4 Desember 2021 lalu.
“Tahun lalu juga begini (dihujani abu vulkanik, Red). Tetapi yang dulu lebih parah,” kata Dayu. ”Kalau sekarang hujan abunya tipis. Karena bercampur dengan hujan air, agak sulit membersihkannya,” tambahnya.
Meski hujan abu, lalu lalang kendaraan dan aktivitas di sekitar kantor Kecamatan Ampelgading berlangsung normal. Warga juga tidak panik, meski sore harinya sempat mengalami pemadaman listrik.
Camat Ampelgading Stefanus Lodewyk Horsayr membe narkan adanya hujan abu vulkanik. “Untuk sementara Ampelgading aman. Akvititas warga juga normal,” ujar Stefanus dikonfirmasi terpisah sore kemarin. Kecamatan Ampelgading memang berada di kaki Gunung Semeru. Sama seperti Pronojiwo (Lumajang), kawasan terdekat Ampelgading dengan Semeru adalah Desa Argoyuwono. Tetapi muntahan erupsi terbesar tidak me ngarah ke Argoyuwono. Letu san Semeru mengarah ke Kabupaten Lumajang. “Semoga kondisi ini segera pulih dan normal kembali seperti sedia kala,” tutupnya.(fin/dan) Editor : Mardi Sampurno