Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Poles Destinasi Wisata, 10 Desa Kebagian Rp 1 Miliar

Mardi Sampurno • Selasa, 6 Desember 2022 | 21:02 WIB
ILUSTRASI: Air bawah tanah banyak dimanfaatkan untuk operasional hotel, pembangunan rumah, hingga kebutuhan lain
ILUSTRASI: Air bawah tanah banyak dimanfaatkan untuk operasional hotel, pembangunan rumah, hingga kebutuhan lain
KEPANJEN – Sebanyak 10 desa di Kabupaten Malang mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemprov Jatim. Anggaran tersebut untuk menopang sektor ekonomi dan wisata yang sedang dikembangkan desa. Masing-masing desa kebagian Rp 100 juta.

Sebanyak 10 desa yang kebagian dana pengembangan wisata di antaranya Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading. Dana tersebut digunakan untuk membangun fasilitas jembatan di kawasan wisata Coban Srengenge. Sementara 9 desa lainnya yang menerima BKK adalah Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dengan potensi Rest Area Bunga Lotus. Kemudian, Desa Tambakrejo Kecamatan Sumawe dengan wisata paralayang.

Lalu ada Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung yang sedang memoles wisata Bumi Ganesha. Selanjutnya, Desa Turirejo Lawang dengan wisata Bukit Tursina serta Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang dengan Cafe Miring. Sementara Desa Landungsari Kecamatan Dau menggunakan DKK untuk memoles Pasar Warna Warni. Sedangkan Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso dengan wisata Gunung Mujur.

Di Desa Madirejo, Kecamatan Pujon dan BKK digunakan untuk membangun gedung pusat oleh oleh. Terakhir, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon memanfaatkan BKK untuk wisata Taman Sayur Pandesari.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang Eko Margianto menyatakan, total BKK untuk 10 desa sebanyak Rp 1 miliar. ”Contohnya untuk Desa Tirtomarto menerima BKK bersamaan dengan bersih desa beberapa waktu lalu. BKK ini datang dari DPMD Provinsi Jawa Timur,” ucap Eko.

Menurutnya, BKK berfungsi mendukung pengembangan perekonomian warga. Bantuan ini juga diharap mendukung penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. Serta, peningkatan daya saing lewat infrastruktur pembangunan.

Eko berharap, tahun depan akan ada BKK lagi untuk desa. “Namun, berapa yang bisa cair tahun depan, tergantung dari DPMD Provinsi Jawa Timur sepenuhnya,” tutup Eko.(fin/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Bantuan Pemprov Jatim #BKK #Bantuan Keuangan Khusus #Ekonomi dan wisata #Desa Wisata kabupaten Malang