Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Inspirasi Rancang Wajah Baru Kepanjen

Mardi Sampurno • Kamis, 15 Desember 2022 | 04:19 WIB
pojoksinema.com (JPRM)
pojoksinema.com (JPRM)
KEPANJEN – Desain Sulur Kepanjen karya arsitek asal Makassar, Yulianti Taniaji memenangkan sayembara desain perwajahan Kepanjen. Piagam penghargaan beserta hadiah utama Rp 50 juta diserahkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tomie Herawanto di hotel Grand Kanjuruhan, kemarin.

“Kami mengangkat dua hal. Pertama, perencanaan perkotaan. Kedua, kami mengangkat filosofi teratai yang ada di Candi Singosari,” ujar Yulianti usai menerima penghargaan.

Maknanya adalah kebangkitan kebaruan, persis seperti Kepanjen sebagai ibu kota baru. Teratai tumbuh dengan metode rizoma, akar menjulur, cocok dengan koridor jalan yang menjalar panjang,” tambah perempuan asal Makassar itu. Dia berharap, desainnya menjadi identitas baru Kepanjen. Juga bermanfaat bagi Pemkab Malang dalam membuat gambaran spesifik perwajahan ibu kota Kepanjen. Untuk diketahui, ada lima finalis yang masuk babak akhir penjurian.

Tiap peserta memaparkan konsepnya masing-masing di depan para juri profesional dan kehormatan. Mereka hanya diberi waktu 20 menit untuk meyakinkan juri bahwa desainnya yang terbaik. Juri profesional berasal dari Ikatan Aristek Indonesia (IAI) dan budayawan Malang. Sementara juri kehormatan adalah Bupati Malang H M. Sanusi, Wabup Didik Gatot Subroto, dan Kepala Bappeda Tomie Herawanto. Ketua Dewan Juri Profesional Ar Achmad D. Tardiyana mengatakan, penjurian berlangsung kompetitif. “Namun kebetulan, kali ini semua dewan juri punya penilaian yang hampir mirip. Sehingga proses penetapan juara tidak terlalu makan waktu,” jelasnya.

Dalam acara itu, Bupati Sanusi mengaku senang dengan keberadaan sayembara perwajahan Kepanjen tersebut. Sebab, proses sayembara ini adalah bukti keterlibatan publik dalam perencanaan wajah baru ibu kota Kepanjen. “Karena ini untuk kepentingan publik, maka penentuan perencanaan perwajahan juga melibatkan masyarakat. Dalam hal ini IAI,” kata Sanusi.

Sanusi berharap desain utama bisa segera terwujud. Sehingga bisa diimplementasikan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). “Konsep ke depannya, ibu kota Kabupaten Malang ini adalah Kepanjen. Maka kota ini harus mencerminkan sebagai wajah Kabupaten Malang. Bentuk bangunan, hotel, dan pasar wajib menggambarkan ibu kota,” tambah Sanusi.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto yang didapuk menjadi salah satu juri kehormatan sudah me-review karya semua finalis. Menurutnya, tiap finalis mempunyai keunggulan dan kekurangan masing-masing. Dengan demikian, desain juara 1 bukanlah desain final untuk perwajahan Kepanjen. “Nanti ini akan dikolaborasikan dan menjadi nyata dalam perencanaan. Desain yang utuh akan memperhitungkan banyak hal.

Mulai Alun-Alun Kepanjen hingga pembangunan ulang Stadion Kanjuruhan oleh Kementerian PUPR. Kami yakin satu dekade ke depan, perwajahan Kepanjen bisa diwujudkan,” tutupnya.(fin/dan) Editor : Mardi Sampurno
#Wajah Baru Kepanjen #Kabupaten Malang