Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tangkal Informasi Hoax, Diskominfo Rekrut Ratusan Relawan KIM

Mardi Sampurno • Jumat, 16 Desember 2022 | 05:15 WIB
MATANGKAN SDM: 1) Kadiskominfo Kabupaten Malang Dr Ricky Meinardhy ST MT, 2) Kabid Informasi Diskominfo Johan Dwijo Saputro SSos, bersama jajaran dalam forum Bimtek KIM, beberapa waktu lalu
MATANGKAN SDM: 1) Kadiskominfo Kabupaten Malang Dr Ricky Meinardhy ST MT, 2) Kabid Informasi Diskominfo Johan Dwijo Saputro SSos, bersama jajaran dalam forum Bimtek KIM, beberapa waktu lalu
KEPANJEN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang punya cara jitu untuk menangkal hoax alias berita bohong. Yaitu dengan memperbanyak relawan yang tergabung dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Tahun ini saja, dari yang semula sudah ada 53, kini bertambah menjadi 178 KIM. Kabid Informasi Diskominfo Kabupaten Malang Johan Dwijo Saputro SSos mengatakan, kelompok-kelompok informasi masyarakat itu tersebar di 178 desa. Karena mereka dibentuk dengan SK kepala desa.

“Selama ini, banyak sekali informasi hoax yang beredar di masyarakat. Termasuk informasi soal program kerja yang tidak tersampaikan dengan benar,” ujarnya. Karena itulah, pembentukan KIM diyakini efektif untuk menyiarkan informasi secara top down maupun button up. Karena masuk kategori relawan, para anggota KIM tersebut juga bagian dari elemen-elemen desa. Mulai pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), Orari (Organisasi Radio Republik Indonesia), Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), karang taruna, hingga para kader Posyandu. “Dari 178 KIM itu, ada beberapa yang menonjol. Seperti KIM Gubugklakah, Ngijo, dan Tunjungtirto.

Bahkan beberapa lagi sudah berdaya secara informasi,” terangnya. Salah satunya, lanjut Johan, KIM telah memanfaatkan media-media informasi tanpa berbayar alias gratis. Yang paling banyak adalah memanfaatkan media sosial (medsos). Namun diakui, masih banyak KIM yang masiuh harus didorong dalam hal literasi digital. Dan itu menurutnya menjadi tantangan tersendiri. “Ke depan, kami akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan.

Terutama untuk konten digitalnya,” ujar dia. Untuk diketahui, jumlah desa di Kabupaten Malang mencapai 378. Jika 178 di antaranya telah membentuk KIM, maka masih tersisa 200 desa. “Tahun depan akan kami genjot agar keberadaan KIM semakin banyak. Dengan begitu, akses informasi yang diterima maupun yang harus disampaikan benar-benar akurat,” tandas Johan. (nen/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang #kelompok informasi masyarakat (KIM)