”Iya, saat itu mobilnya melaju dari arah utara ke selatan,” kata Diko, salah satu penjaga ruko di sana. Dia menyebut bila pohon dengan diameter sekitar 1,5 meter itu tumbang pukul 15.45. Kebetulan saat itu jalanan lebih lengang dibandingkan biasanya. Diko merasa beruntung karena pohon itu tak sampai mengenai ruko miliknya, Dia lantas menyebut bila pohon tersebut hanya menimpa ruko yang tidak berpenghuni. ”Itu sudah tidak ditempati sejak lama,” jelas dia.
Sampai pukul 18.05 proses evakuasi pohon jenis karet itu belum selesai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang beserta TNI, Polri, dan para relawan bekerja sama untuk membersihkan pohon itu. Ada lima mesin gergaji dan 30 personel gabungan yang berusaha memindahkan pohon tua itu. ”(Evakuasi) ini membutuhkan waktu beberapa jam, karena pohonnya begitu besar.
Belum harus membersihkan ruko yang terkena pohon itu,” kata Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan BPB Kabupaten Malang Cahyo Sujatmiko. Lamanya proses pembersihan membuat jalan penghubung Malang-Blitar terpaksa ditutup. Arus lalu lintas dialihkan ke jalur lain. Dari arah Malang menuju Blitar dialihkan ke simpang tiga Kacuk.
Sementara dari arah selatan ke utara dialihkan ke simpang tiga Puskesmas Pakisaji. ”Kami bersama Dishub (Dinas Perhubungan) langsung melakukan rekayasa lalu lintas di dua titik itu,” terang Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Ipda Danny Rizar Ramadhan. (nif/by) Editor : Mardi Sampurno