Menurutnya, program Baznas bertujuan menyasar mereka yang terlewatkan program pemerintah. Warga duafa yang tidak tercakup bantuan rutin juga jadi sasaran. Namun Hafidz menegaskan bahwa Baznas tidak sembarangan menyalurkan bantuan. Tim lapangan Baznas sudah melakukan verifikasi dan survei terlebih dahulu. Sehingga, penerima bantuan Baznas adalah mereka yang benar-benar kurang beruntung. ”Untuk tahun ini kami targetkan bisa merehab 500 unit rumah warga duafa yang tidak ter-cover program bantuan pemerintah.
Maka, perlu ada survei dan penetapan data dulu dari tim lapangan dan desa,” terangnya. Pihaknya juga membuat program bantuan kapal kecil bagi nelayan. Dia menjelaskan, tahun 2022, Baznas melayani nelayan miskin di sejumlah kawasan. Sekitar 30 kapal kecil diserahkan sebagai alat bagi nelayan untuk mencari ikan. Tahun ini, Hafidz sudah mempunyai target sasaran bantuan. Yakni, nelayan air tawar di daerah Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung.
“Kapalnya kecil-kecil dan untuk nelayan air tawar. Kami pastikan memang butuh dan dari kelompok nelayan yang kurang mampu,” tambah Hafidz. Selain itu, Baznas mempersiapkan program untuk pembayaran BPJS bagi duafa hingga beasiswa anak tidak mampu. Baznas menyiapkan program beasiswa hingga sarjana dengan lokasi sekolah kampus di Kabupaten Malang. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno