Masih dalam pembahasan dan sosialisasi. Kami harap bisa launching dalam satu atau dua bulan lagi, tetapi dengan konsep yang matang,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto. Acara serupa sudah digelar di Jalan Besar Ijen Kota Malang. Animo masyarakat pun sangat besar di CFD Ijen Kota Malang.
Didik pun menilai konsep ini bisa direplikasi di Kepanjen. Apalagi, Kepanjen adalah ibu kota Kabupaten Malang. Sehingga, tidak salah bila konsep wisata rutin ini bisa diadopsi. Didik yakin, event CFD Kepanjen bisa dikembangkan menjadi event wisata sekaligus olahraga. Selain menjadi ajang warga berolahraga, CFD bisa jadi ajang hiburan masyarakat. Plus, menjadi tempat UMKM bergerak menampilkan produk unggulannya. Didik mengharap semua usaha kecil di sekitar CFD bisa dipromosikan. Salah satu konsep yang digagas adalah table top antara UMKM dan perbankan.
Ini sesuai janji Bupati Malang H M. Sanusi untuk membayar bunga cicilan KUR UMKM. Sehingga, UMKM cukup membayar pokok tanpa terbebani bunga. Sebelumnya, CFD Kapanjen bakal digelar di koridor perempatan Jalan Sultan Agung sampai Penarukan. Serta, dari pertigaan PLN sampai perempatan Yonzipur Sementara itu, Camat Kepanjen Rahmad Ichwanul Muslimin tak menampik adanya penundaan event CFD. Dia menegaskan lebih baik konsepnya dimatangkan. Karena, CFD Kepanjen akan memengaruhi beberapa aspek.
Pertama, lalu lintas. Ini berkaitan dengan kepolisian dan Dishub. Kedua, perekonomian dan toko di sekitar lokasi. Ketiga, warga masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan tersebut. “Memang agak molor. Karena kami mematangkan konsep supaya bisa lancar semuanya,” ujar Ichwanul. CFD perdana diprediksi bisa dimulai pekan kedua Februari 2023. Salah satu kegiatan utama adalah senam jantung sehat. Selain itu, ruang bagi pejalan kaki, pesepeda dan skateboard juga disediakan. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno