Selain error, beberapa di antaranya malah sudah tak berfungsi cukup lama. Karena belum dianggarkan untuk penggantian, TL error akan dilakukan perbaikan.
Setidaknya ada tiga lokasi yang TL-nya mati alias error. Yakni di pertigaan Pasar Gondanglegi, pertigaan PLN Kepanjen, dan perempatan Talangagung.
Lampu pengatur lalu lintas itu sudah rusak sejak beberapa bulan lalu. Seperti di perempatan Talangagung misalnya, sudah mati sejak berbulan-bulan lalu.
Sedangkan di pertigaan PLN Kepanjen setidaknya sudah error sejak akjhir tahun 2022 lalu. "Sempat dibenahi, tapi mati lagi sampai saat ini," kata Sajianto, relawan pengatur lalu lintas di perempatan Talangagung.
Karena TL mati, para pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas di kawasan tersebut.
|Baca Juga :
Traffic Light Simpang Arjuna Ganggu Akses Pejalan Kaki
Jika tidak ada warga sekitar yang membantu mengarahkan pengendara, potensi terjadinya kemacetan atau bahkan kecelakaan lalu lintas cukup tinggi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Bambang Istiawan menyatakan, tiga TL tersebut tengah diupayakan untuk diperbaiki. (Bersambung di halaman selanjutnya)
"Beberapa waktu lalu sudah kami perbaiki yang di pertigaan PLN dan perempatan Talangagung. Tapi memang perlu pembenahan lagi. Sekarang proses pembetulan lagi," ujarnya.
Menurutnya, penyebab kerusakan TL karena faktor alam. Karena alat tersebut gampang sekali mengalami korsleting jika terkena air hujan.
"Hal-hal seperti kabel tanam kalau kena air sudah pasti ada korsleting. Sudah pasti akan berpengaruh terhadap lampu itu," katanya.
Bambang mengatakan, perawatan lampu lalu lintas ini telah dianggarkan Pemkab Malang. Namun ia menyebut dirinya tidak ingat persis berapa jumlah anggaran tersebut.
Yang jelas, jumlahnya tidak terlalu banyak. "Tidak sampai miliar, jutaan saja," terangnya.
|Baca Juga :
One Way Kajoetangan, Traffic Light Basra Nonaktif
Saat ditanya apakah ada alternatif yang bisa dilakukan saat lampu lalu lintas mati agar pengendara tetap nyaman, Bambang menyebut satu-satunya cara adalah dengan melakukan pembetulan.
"Alternatif lain tidak ada. Harus diperbaiki, mau tidak mau. Dan saat ini masih proses pembenahan," tutup Bambang. (nif/nay) Editor : Ahmad Yani