Perahu penyeberangan tersebut menghubungkan wilayah Kecamatan Sumberpucung dan Pagak. Sukono, salah seorang pedagang asal Pagak mengaku sangat mengandalkan perahu penyeberangan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu itu. "Lumayan, bisa ngirit bensin dan jarak tempuh. Sebelum tahu ada perahu penyeberangan ini, tiap kulakan bisa sampai 3 jam untuk pulang dan pergi," ujarnya.
Sementara dengan memanfaatkan perahu penyeberangan, jarak tempuhnya hanya kurang dari 7 menit. Lokasi titik penyeberangan di pelosok Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung boleh jadi membuat angkutan alternatif itu hanya dimanfaatkan warga sekitar. "Jarang saya lihat ada orang jauh yang numpang, biasanya ya orang-orang desa sekitar Karangkates saja," katanya Suyanto,33, salah satu penumpang warga setempat.
Namun ada saja warga yang sengaja datang hanya untuk merasakan sensasi naik perahu penyeberangan. Contohnya Abdul Aziz,61, yang mengajak keluarganya dari Pasuruan yang ingin merasakan sensasi naik perahu menyeberangi Karangkates. "Nurutin cucu, pingin naik sampan, kebetulan saudara ada yang asli Kecopokan, jadi ya kita ramai-ramai ke sini," terangnya.
Sahid (45) salah seorang pengemudi sampan penyeberangan menerangkan, untuk tarif sekali menyeberang terbilang murah meriah. "Untuk tarifnya, per orang Rp 2.000 dan satu motor Rp 2.000, kebanyakan yang naik ya pedagang, rata-rata mereka penjual di Pasar Pagak dan Pasar Sumberpucung dan Ngebruk," jelasnya. Sahid menyebut, perahu penyeberangan tersebut melaju dengan titik pemberhentian di Dusun Dadapan, Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak.(rb3/nay)
Editor : Ahmad Yani