MALANG KABUPATEN — Tangis Naomi Auriel Prasetyo pecah saat mengetahui adik kandungnya, Alvero Runako Prasetyo, hanyut di Kali Metro kemarin (29/4). Warga RT 06 RW 04, Kampung Baru, Dusun Buwek, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang itu terpukul.
Dia sempat melemparkan dua bantal ke Kali Metro sembari meminta adiknya pulang. ”Pulango,” teriak Naomi kepada korban beberapa saat sebelum kejadian. Naomi memanggil dari atas jembatan, dengan harapan adiknya mau pulang.
Dia menangis histeris saat mengetahui adiknya kembali dalam kondisi tidak bernyawa. Alvero dinyatakan meninggal dunia setelah ditemukan sekitar pukul 15.16.
Hanyutnya bocah 7 tahun itu dibenarkan Kapolsek Wagir AKP Ronny Margas. Perwira polisi dengan tiga balok di pundak itu menceritakan kronologi kejadian. Dia mengatakan, peristiwa bermula saat korban bermain bersama teman-temannya di sungai sekitar pukul 12.30. ”Saat itu sedang hujan dan air sungai sedang mengalami peningkatan volume," kata Ronny.
Ronny menduga, korban terpeleset lantas terseret air sungai dari lokasi kejadian di Dusun Buwek. Setelah melakukan penyisiran, aparat kepolisian bersama relawan menemukan korban terseret sejauh 3 kilometer.
Sempat Hidup, Terlalu Banyak Cairan Masuk
”Yang menemukan adalah relawan dari Sukun bernama Budi. Dia menemukan korban di aliran sungai di Kepuh Gang 2 yang berbatasan antara Kebonagung (Pakisaji) dan Wagir," sambung Ronny.
Saat melihat korban di dasar sungai, Budi langsung melakukan penyelamatan dan memberikan pertolongan pertama. Selama diberi pertolongan, air terus keluar dari mulut dan hidung korban. Selanjutnya, korban dilarikan ke RSI Aisyah Kota Malang.
Tim dokter sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan korban yang saat itu masih hidup. Namun, sekitar pukul 15.16, korban dinyatakan meninggal dunia. "Saat dilarikan ke rumah sakit, korban sempat muntah-muntah. Informasi dari dokter, kondisi tubuhnya membiru dan mengeluarkan cairan,” imbuhnya.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, korban dibawa pulang ke rumah duka. Kedatangan jenazah korban disambut histeris oleh keluarga. Termasuk orang tua korban, yakni Dewi Indasari dan Yohanes Prasetyo. ”Ibu tak nyusul le..," kata Dewi dengan suara lirih.
Sementara itu, Mardiah, teman korban yang ikut bermain di sungai masih syok. Teman sepantaran itu melihat saat korban hanyut di sungai, hingga berujung meninggal dunia. “Dia (korban) mengajak saya turun ke sungai, tapi saya tidak mau,” kata Diah.
Sedangkan Kepala Desa Sitirejo Yuwan Suharja menambahkan, pasca-kejadian, pihak kepolisian sudah memintanya untuk memasang pengaman di lokasi kejadian. Terlebih lagi, lokasi kejadian memang berbahaya.
Sepengetahuan Yuwan, ini menjadi kejadian kedua. Kejadian tenggelam di kawasannya juga pernah terjadi 25 tahun lalu. "Kapolsek sudah meminta supaya di sempadan sungai diberi larangan agar anak kecil tidak bermain tanpa pengawasan orang tua," tandasnya. (mel/biy/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana