Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lestarikan Tradisi, Warga Antusias Serbu Gunungan Tumpeng Jabutan Ngujung, Singosari

Ahmad Yani • Senin, 24 Juli 2023 | 18:00 WIB

 

ASYIK REBUTAN:  Warga saling berebut isi gunungan hasil panen setelah diarak di Dusun Ngujung, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, kemarin (23/7). (Indah Mei Yunita/Radar Malang)   
ASYIK REBUTAN:  Warga saling berebut isi gunungan hasil panen setelah diarak di Dusun Ngujung, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, kemarin (23/7). (Indah Mei Yunita/Radar Malang)  
 

SINGOSARI – Bulan Suro atau Muharam diramaikan dengan berbagai acara bersih desa maupun bersih dusun. Salah satunya di Dusun Ngujung, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Kemarin (23/7), Kirab Tumpeng Jabutan yang menjadi rangkaian acara bertajuk Grebeg Bhumi Ngujung diramaikan oleh ratusan warga.

 

Wakil Ketua Panitia Grebeg Bhumi Ngujung Purnomo mengatakan, kegiatan tersebut memang rutin dilaksanakan setiap awal Muharam. Sebab, selain untuk melestarikan budaya, acara itu juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas kesejahteraan yang diberikan kepada warga. "Di sini kan banyak petani juga. Mereka membawa hasil panen dengan arak-arakan," ujarnya.

 

Begitu acara dimulai, berbagai kesenian pun ditampilkan dalam karnaval kecil-kecilan. Seperti pencak silat, jaranan, bantengan, reog ponorogo, marching band, hingga tari tradisional. "Setiap RT wajib menunjukkan penampilannya dan membawa tumpeng," imbuhnya.

 

Purnomo menambahkan, di Dusun Ngujung, total terdapat 8 RT. Mereka dibagi menjadi delapan kelompok menurut RT masing-masing. Di bagian belakang penampil kesenian, terdapat sekelompok laki-laki yang membawa gunungan dengan berbagai isi. Ada samiler dan sandal yang merupakan produk unggulan Dusun Ngujung. Sayur-sayuran seperti tomat, wortel, sawi putih, kacang panjang, dan hasil pertanian warga.

 

Gunungan tersebut langsung diserbu warga yang sudah menunggu di depan Masjid Al-Ikhlas. Tempat itu juga dekat dengan panggung yang menjadi pusat kegiatan. Mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak antusias berebut isi gunungan. Bahkan ada yang sudah menyiapkan kantong kresek sebagai wadah barang yang diperoleh.

 

Kepala Dusun Ngujung Muhammad Sodiq mengatakan, kegiatan tersebut sudah dilakukan puluhan tahun dan menjadi tradisi yang dilestarikan. Selain itu, juga sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar warga. "Dengan acara ini, kami harap, warga kami dapat menjalin komunikasi dengan baik. Agar kegiatan ini bisa tetap terlaksana tahun depan," pungkasnya. (yun/nay)

Editor : Ahmad Yani
#Kabupaten Malang #tradisi 1 suro #kirab gunungan