Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kunjungi Pindad Turen, Presiden RI Sebut Produksi Peluru Meningkat

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 25 Juli 2023 | 18:00 WIB
Presiden Joko Widodo memeriksa peluru yang diproduksi oleh PT Pindad di  Kecamatan Turen, Kabupaten Malang kemarin (27/4).
Presiden Joko Widodo memeriksa peluru yang diproduksi oleh PT Pindad di  Kecamatan Turen, Kabupaten Malang kemarin (27/4).

MALANG KABUPATEN - Selain mengunjungi Pasar Rakyat di Rampal, Presiden Jokowi juga mendatangi sejumlah titik di Kabupaten Malang. Yakni Pasar Bululawang dan PT Pindad di Kecamatan Turen. Dia didampingi ibu negara Iriana Jokowi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Malang Sanusi.

Rombongan tiba di Bandara Abdulrachman Saleh sekitar pukul 09.00. Setelah itu mereka langsung menuju Pasar Bululawang di  Kecamatan Bululawang. Turun dari mobil, Jokowi langsung menghampiri warga yang menyambutnya, dilanjutkan dengan menyapa sejumlah pedagang. Tak lupa dia membagikan beberapa kaus dan sembako untuk warga.

”Saya lihat harga di sini sangat bagus. Ayam Rp 34 ribu, bawang merah Rp 20 ribu. Ini baik karena sebagian besar produksinya dari Kabupaten Malang dan bisa menekan inflasi,” katanya.

Dari Pasar Bululawang, rombongan melanjutkan kunjungan ke PT Pindad. Jokowi membantah kunjungan ke Malang bersama Erick Thohir dan Prabowo adalah mempromosikan keduanya sebagai capres atau pun cawapres. Melainkan murni untuk melihat kondisi perusahaan produsen peralatan pertahanan di bawah tanggung jawab Kementerian Pertahanan dan BUMN itu.

Di PT Pindad, rombongan kepala negara itu menggelar rapat dengan direksi dan komisaris. Salah satu agendanya adalah mengambil keputusan terkait peningkatan permintaan amunisi dari luar negeri.

Jokowi menambahkan, sejak dibeli dengan penyertaan modal negara (PNM) dengan nominal Rp 700 miliar, jumlah produksi peluru di PT Pindad mengalami peningkatan. Dari semula 275 juta butir menjadi 415 juta butir.  

Dalam beberapa kunjungan ke luar negeri, Jokowi mengaku kerap ditanya oleh negara lain terkait industri peralatan pertahanan.  Karena itu dia berharap produksi PT Pindad bisa berkembang lebih besar ketika menjalin kerja sama atau kemitraan dengan negara lain. (pri/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jokowi #pindad #turen