Yudistira Satya Wira Wicaksana• Sabtu, 5 Agustus 2023 | 21:00 WIB
SEGERA DIMULAI: Seluruh bagian di Stadion Kanjuruhan bakal direnovasi pemerintah pusat. Sudah ada dana Rp 390 miliar yang tersedia.
Renovasi Dimulai Pekan Depan, Pintu 13 Dipertahankan
MALANG KABUPATEN - Pekan depan, tepatnya 10 Agustus nanti, Stadion Kanjuruhan mulai direnovasi. Sesuai tujuan awal, renovasi itu difokuskan untuk memperkuat konstruksi stadion. Sehingga sesuai dengan standar atau Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Juga sesuai dengan standar FIFA, induk organisasi sepak bola dunia.
Sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), anggaran senilai Rp 390 miliar sudah disiapkan. Selain memperkuat konstruksi, beberapa bagian stadion yang sudah tidak layak bakal dipoles. ”Atapnya sudah rusak dan prediksinya dalam dua tahun sudah tidak kuat. Itu juga direnovasi total,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat.
Dia menyebut, perencanaan renovasi stadion tersebut dibuat oleh konsultan yang merencanakan renovasi Gelora Bung Karno (GBK). Sesuai standar FIFA, tempat duduk di tribun reguler dan VIP bakal diganti menjadi single seat. Itu membuat kapasitas di Stadion Kanjuruhan bakal turun drastis.
Dari sebelumnya berkapasitas 40 ribu orang, menjadi 21 ribu orang. ”Perbaikan lain yang akan dilakukan seperti di bagian pintu, tangga, fasilitas penonton, fasilitas pemain, dan area pertandingan,” imbuh Wahyu. Pintu stadion diperbaiki karena terdapat pintu yang tidak berjarak dengan anak tangga.
Bagian tangga yang terlalu curam dan sempit juga bakal diperbaiki. Utamanya tangga di tribun ekonomi. Fasad atau bagian depan stadion pun akan diubah dengan penambahan ornamen-ornamen yang lebih baru. Seperti bentuk oval yang bersambung dan bergelombang. "Ornamennya seperti dua lengan yang saling bertautan di pundak belakang. Itu melambangkan kerja sama tim,” kata Wahyu.
Untuk mempertahankan ciri khas Bumi Arema, dinding bagian depan bakal dicat menggunakan warna biru dan putih. Mantan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu menambahkan, renovasi Stadion Kanjuruhan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sebab, arahannya langsung datang dari presiden. Karena itu, proses pengerjaannya bakal dikebut agar bisa diresmikan presiden sebelum masa jabatannya selesai. ”Target renovasinya 12 bulan. Tapi, kami usahakan sebelum waktu tersebut sudah selesai,” tambahnya.
Pemerintah pusat dan kabupaten rencananya tetap mempertahankan pintu 13, yang memakan banyak korban tragedi Kanjuruhan. Pemkab Malang bahkan mengusulkan pembangunan diorama di pintu tersebut. Supaya tragedi Kanjuruhan yang terjadi hampir satu tahun lalu tidak dilupakan begitu saja.
Terlebih, kejadian itu masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. ”Pintu itu tidak akan diutakatik. Nanti akan kami tambahkan kaca untuk diorama. Kemudian, orangorang bisa melihat suasana tragedi melalui diorama tersebut,” kata Wahyu.
Namun, detail desain untuk diorama tersebut masih perlu didiskusikan dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan kelompok suporter dan keluarga korban. Wahyu menyebut, penyusunan desain untuk diorama tersebut bisa dilaksanakan ketika renovasi sudah dimulai. Dia memprediksi bila proses pemasangannya tidak butuh waktu lama, sekitar satu bulan saja.
Wahyu memastikan bila usulan itu diterima baik oleh jajaran direksi pihak konsultan. ”Menurut mereka, konsep diorama dapat menarik orang-orang agar datang untuk melihat,” ucapnya. Kebutuhan dananya bakal disiapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang terpisah dengan dana renovasi.
Tak hanya itu, ada pula rencana pembangunan monumen untuk mengenang dan memperingati tragedi yang mengorbankan 135 suporter itu. Dari ancang-ancang awal, pembangunan monumen tersebut akan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. "Kalau sekarang (2023) anggarannya sudah terbatas,” kata Wahyu.
Area Stadion Bakal Disterilisasi
Sebelum pelaksanaan renovasi, yang perlu dilakukan yakni sterilisasi area stadion. Sebab, sesuai standar FIFA, dilarang ada pedagang di sekeliling stadion.Tenant-pun hanya diizinkan menjual merchandise dan hanya dibatasi kurang dari 10.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menyebut ada tiga opsi untuk relokasi kios-kios di sana. Pertama dengan anggaran Pemkab Malang. Opsi kedua, dibantu pihak ketiga. Opsi terakhir yakni swadaya dengan pemilik kios.
Sayangnya, opsi pertama cukup sulit dilakukan. Sebab, ada keterbatasan anggaran di Pemkab Malang. Sehingga, kemungkinan besar, relokasi akan dibantu pihak ketiga. ”Pokoknya, kami menghindari relokasi swadaya,” kata Mando.
Dispora Kabupaten Malang juga sudah mengusulkan kepada pihak ketiga tersebut. Rencananya, mereka akan membantu pengadaan tenda. Ketika tenda sudah siap, relokasi bisa dilakukan. Pria yang juga menjadi Kepala Satpol PP itu juga berharap agar para pemilik kios tidak membawa semua barangnya.
Barang-barang yang bukan dagangannya, diimbau agar dipindahkan ke rumah masing-masing. Di tempat lain, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang M. Kholiq memastikan pihaknya mendukung renovasi stadion tersebut. Sebab, konstruksi stadion saat ini memang belum sesuai dengan standar atau SLF.
”Demi kebaikan dan keamanan ke depannya, stadion memang harus direnovasi,” kata dia. Bila Stadion Kanjuruhan dibiarkan saja, dia khawatir itu membuat investasi pemkab sia-sia. Sebab sejak dibangun pada 1997 lalu, total ada dana Rp 35 miliar yang dikeluarkan.
”Dengan biaya besar tersebut, sayang kalau tidak difungsikan,” kata dia. (yun/by)