KABUPATEN- Pemerintah Kabupaten Malang secara resmi me-launching logo dan tema HUT ke-1263, Jumat (8/9) pagi. Peluncuran itu digelar di Candi Kidal, Kecamatan Tumpang.
Bupati Malang Drs HM Sanusi MM membeberkan, tema HUT tahun ini adalah Bangkit Lebih Cepat menuju Malang Makmur yang memiliki makna mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malang untuk terus bangkit dan bersama membangun daerah.
“Logo hari jadi tahun ini juga memiliki makna khusus. Tersusun dari warna merah, hijau, biru, oranye, dan ungu yang menggambarkan kebersamaan, mengajak sama-sama nyengkuyung Kabupaten Malang,” ujarnya.
Salah satu awal yang menurutnya cukup strategis adalah dengan dilaunching-nya logo dan tema hari jadi di Candi Kidal. Candi yang dibangun tahun 1248 Masehi itu merupakan tempat pendermaan Raja Anusapati, putra dari Raja Wisnuwardhana.
“Ini menjadi inspirasi sejarah dibidang pariwisata sehingga ekonomi menjadi bangkit. Kalau hari ini kita bangun sektor wisata, maka akan terasa hasilnya. Berbeda dengan industri yang harus menunggu setidaknya lima tahun lagi,” terangnya.
Begitu pula dengan tema batik Garudea yang juga diambil dari relief Candi Kidal. Batik ini bahkan telah memiliki HaKI dan menjadi batik khas Kabupaten Malang. Relief Garudea sendiri juga menjadi inspirasi lambang negara, yakni burung Garuda.
“Karena itu, hukumnya wajib bagi semua ASN memakai batik Garudea. Harapannya bisa meningkatkan ekonomi Kabupaten Malang,” ucap Sanusi. “Garudea memiliki semangat nilai-nilai pembelajaran dan kerja keras menuju Malang Makmur,” tambahnya.
Dia berharap, seluruh rangkaian HUT ke-1263 berjalan sukses dan menjadi semangat dalam membangun Kabupaten Malang.
Hal sama diungkapkan Ketua Panitia HUT ke-1263 Kabupaten Malang Eko Margiyanto. Dia berharap, seperti tema yang diusung, hari jadi tahun ini menjadi semangat untuk bangkit lebih cepat. “Pagi tadi diawali dengan santunan ke Panti Yasi Tumpang. Selanjutnya ada beberapa kegiatan yang kami jadwalkan hingga puncak HUT pada 28 November mendatang,” jelas Eko.
Di antaranya lomba bagi kalangan petani kopi, festival memancing di Sendangbiru, lomba panen ikan serentak, lomba panen garam di Gajahrejo, pemilihan putra-putri batik Garudea, nyekar ke makam leluhur, paripurna istimewa, resepsi HUT, dan ditutup dengan wayangan.
Sementara itu, launching logo dan tema HUT ke-1263 tersebut ditandai dengan pelepasan puluhan merpati dan penggunaan rompi HUT oleh jajaran kepala dinas. Hadir dalam acara ini jajaran Fokopimda, para kepala dinas, camat, kepala desa, dan para undangan. Usai peluncuran, bupati didampingi jajaran melihat langsung secara dekat kondisi Candi Kidal. Dia mendapatkan banyak penjelasan dari sang juru juru pemelihara candi, Imam Sunarko. (Jprm2/nen)
Editor : Neny Fitrin