KABUPATEN – Proyek pembangunan Alun-Alun Kabupaten Malang di Kepanjen bakal dimulai lebih awal.
Jika sebelumnya diperkirakan baru bisa tergarap pada 2026 mendatang, kali ini diupayakan mulai tahun depan.
”Insya Allah pembangunannya bisa tahun 2024 depan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto, kemarin.
Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu menambahkan, tahap awal yang dilakukan adalah plotting terlebih dahulu dalam tata ruangnya.
Yakni memasukkan proyek pembangunan Alun-Alun Kepanjen ke dalam dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) perkotaan Kepanjen.
Setelah itu dilanjutkan pembebasan lahan.
"Saat ini perencanaan sudah masuk ke dokumen RDTR,” kata dia.
Dia mengatakan, setiap rencana pembangunan yang mengubah pola ruang harus tercantum dalam dokumen tersebut.
”RDTR-nya masih dalam penyusunan. Insya Allah disahkan paralel dengan revisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Malang,” lanjut Tomie.
Meski sudah memastikan bahwa lokasinya di Jalan Panji, dia belum bisa memastikan luasan ruang terbuka tersebut.
”Yang jelas, baru lokasinya yang sudah disepakati. Yakni di depan Kantor Bupati Malang,” imbuhnya.
Selain alun-alun, kawasan tersebut juga akan diintegrasikan dengan beberapa fasilitas umum.
Misalnya sarana perdagangan dan jasa, perkantoran, peribadatan
Dia memperkirakan, pemkab butuh anggaran Rp 4 triliun untuk realisasi alun-alun kepanjen.
Tapi dana tersebut tidak hanya untuk alun-alun.
Melainkan ada penambahan gedung kesenian dan beberapa gedung lain.
Biaya pembangunannya menggunakan skema pendanaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Artinya, biaya pembangunan bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN).
Namun pelaksana proyek berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau pihak swasta. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana