Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hutan Gundul, Tebing di Kawasan Pujon Malang Rawan Longsor

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 8 November 2023 | 20:00 WIB

 

 

MAKIN RAWAN: Pepohonan di tebing kawasan Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, sudah banyak yang hilang terbawa longsor pada Februari lalu.
MAKIN RAWAN: Pepohonan di tebing kawasan Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, sudah banyak yang hilang terbawa longsor pada Februari lalu.

KABUPATEN – Kondisi hutan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang sudah banyak yang memprihatinkan. Saat dipotret dari udara, sebagian tampak sudah gundul. Sebagian lagi beralih fungsi menjadi lahan pertanian. Ketika hujan dengan intensitas tinggi turun, ancaman longsor sulit terhindarkan.

Contohnya di kawasan Desa Sukomulyo yang pada Februari 2023 lalu longsor dan menutup akses jalan. Dari udara, tampak pepohonan di tebing kawasan itu sudah banyak yang menghilang. Berganti dengan tanaman-tanaman liar yang akarnya tidak mampu menjadi penyangga tanah. Tentu rawan longsor ketika hujan deras. Bahkan lahan di atasnya telah berubah menjadi lahan pertanian.  

Warga setempat, Umi Mifrotul Sholikhah, mengatakan bahwa lahan tersebut sudah lama menjadi lahan pertanian yang dikelola warga. Lokasinya yang berada di dataran tinggi membuat lahan tersebut terhindar dari longsor. Namun dampaknya justru menimpa tebing di bagian bawah yang dekat dengan jalan raya, tepatnya Jalan Brigjen Abdul Manan Wijaya.

”Saya melihat sendiri kejadian longsor awal tahun ini. Seingat saya, dalam tiga tahun terakhir terjadi dua kali longsor. Jadi tidak terlalu sering,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Isa Ansori menyampaikan, beberapa hutan di Pujon memang sudah dialihfungsikan. Salah satunya menjadi lahan pertanian. Meskipun masih sama-sama tanaman, tetapi akarnya tidak sekuat pohon untuk menahan tanah agar tidak longsor.

”Air hujan kan seharusnya meresap ke tanah melalui akar-akar pohon. Kalau pohonnya sudah tidak ada, ya langsung mengalir," kata dia. Air dari dataran yang lebih tinggi itu terus mengalir hingga tiba di tebing yang terdapat di tepi jalan. Karena di tebing tersebut juga tidak ada pohon berakar kuat, akhirnya terjadi longsor.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Sadono Irawan menyebutkan bahwa Pujon memang menjadi salah satu daerah rawan banjir bandang dan longsor. Untuk itu, pihaknya telah membentuk pos lapang sebagai langkah kesiapsiagaan pemerintah daerah. ”Kami membentuk empat pos lapang di titik-titik rawan. Untuk Malang Barat, kami letakkan di Kecamatan Ngantang. Sebab Kecamatan Ngantang berada di tengah-tengah antara Kecamatan Pujon dan Kasembon,” kata dia.

BPBD Kabupaten Malang juga menyiapkan rencana kontijensi (identifikasi dan penyusunan rencana untuk kejadian yang belum tentu terjadi) terhadap ancaman longsor maupun banjir bandang. Selain itu, di setiap kecamatan juga telah diimbau untuk segera membentuk satuan petugas (satgas) keadaan darurat bencana. Itu termasuk langkah antisipasi dan percepatan penyampaian informasi serta penanganan darurat bencana. (yun/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#malang #Pujon #hutan gundul