Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jalur Malang Selatan Baru Mulus pada 2025

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 11 November 2023 | 22:00 WIB

 

DILEBARKAN DUA METER: Pekerja melakukan pengaspalan di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kamis lalu (9/11).
DILEBARKAN DUA METER: Pekerja melakukan pengaspalan di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kamis lalu (9/11).

*Di-handle Kementerian PUPR, Pemkab Bantu Pembebasan Lahan

KABUPATEN - Anda yang ingin berlibur ke pantai-pantai di Malang selatan harus sedikit bersabar. Sebab jalur menuju kawasan itu masih belum representatif. Imbas dari lanjutan pembangunan jalur lintas selatan (JLS) masih terlihat di beberapa titik.

Sedikitnya ada tiga jalur yang mengalami kerusakan. Yakni jalur Karangkates-Modangan, Gondanglegi-Balekambang, dan Kepanjen-Ngliyep. Persentase kerusakannya beragam. Ada yang menyentuh angka 30 persen.

Dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, perbaikan di tiga jalur itu baru bisa tuntas sepenuhnya pada 2025. Saat ini baru jalur Karangkates-Modangan yang mendapat perbaikan. ”Itu ditangani menggunakan APBN melalui instruksi presiden (inpres). Anggarannya sekitar Rp 37,29 miliar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma, kemarin (10/11).

Menurut Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), harga perkiraan sendiri (HPS) untuk program peningkatan kualitas jalur Karangkates-Modangan itu senilai Rp 47,53 miliar. Lelang tersebut dimenangkan PT Serayu Putra Persada dengan penawaran senilai Rp 37,29 miliar.

Pengerjaan jalan tersebut dibagi menjadi tiga segmen. Yakni Jalan Karangkates-Kalipare dengan panjang sekitar 8,5 kilometer. Lebar jalan itu akan ditambah dua meter. Dari sebelumnya selebar 5,5 meter, akan menjadi 7,5 meter. Kemudian, segmen dua terletak di Jalan Donomulyo-Sumberoto dengan panjang sekitar 4,4 kilometer. Sementara segmen ketiga terletak di Jalan Sumberoto-Modangan dengan panjang sekitar 8,5 kilometer.

Pada pengerjaan kali ini, jalur Kalipare-Donomulyo dengan panjang sekitar 15,39 kilometer belum bisa tertangani. Sebab, Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dengan Perum Perhutani masih belum diselesaikan. Bila PPKH tersebut telah terselesaikan, pembangunan bakal dilanjutkan. ”Tahun depan kami usulkan sisa yang sempat tertunda tersebut melalui inpres juga,” tambah Khairul.

Oong, sapaannya menambahkan, perbaikan jalur Gondanglegi-Balekambang bakal dibagi menjadi dua lot. Yakni lot-16 A dan lot-16 B. Lot-16 A dimulai dari Jalan Wonokerto-Gondanglegi dengan panjang sekitar 16 kilometer. Sedangkan, lot-16 B dimulai dari Jalan Balekambang-Wonokerto dengan panjang sekitar 14,48 kilometer. ”Lelangnya sudah tayang di Kementerian PUPR,” kata dia.

Menurut data LPSE Kementerian PUPR, penanganan lot-16 A akan dilaksanakan dengan HPS Rp 168,70 miliar. Sementara penanganan lot-16 B akan dilaksanakan dengan HPS Rp 175 miliar. Sehingga, jika ditotal, penanganan jalur Gondanglegi-Balekambang akan menyedot anggaran sekitar Rp 343,70 miliar.

Dalam LPSE juga disebutkan, penanganan jalan tersebut ditarget selesai pada 2025. ”Selain diperbaiki perkerasannya, pelebaran juga akan dilakukan. Setidaknya hingga sekitar 13 sampai 15 meter. Insyaallah bulan Februari atau Maret 2024 sudah bisa dimulai untuk yang lot-16 B. Kemudian dilanjutkan lot-16 A,” imbuh Oong.

Pembebasan lahan untuk lot tersebut yang menjadi tanggung jawab Pemkab Malang. Panjangnya 16 kilometer. Semua sudah diselesaikan tahun ini. Tahun lalu, Pemkab Malang sudah mencicil dengan membebaskan lahan dengan panjang sekitar 10 kilometer. Titik jalan yang dilepaskan yakni Balekambang-Srigonco atau segmen satu.

Begitu pula lahan sepanjang 6 kilometer di segmen dua, yakni Srigonco-Wonokerto. Sedangkan, sisanya atau ruas Wonokerto-Gondanglegi dengan panjang sekitar 15 kilometer akan diselesaikan oleh Kementerian PUPR.

Selanjutnya, penanganan Jalan Kepanjen-Ngliyep akan dibagi menjadi tiga segmen. Yakni Jalan Kepanjen-Pagak, Jalan Pagak-Sumawe (Sumbermanjing Wetan), dan Jalan Sumawe-Ngliyep. Pengerjaannya akan diusulkan melalui inpres.  ”Total inpres yang kami usulkan itu Rp 200 miliar untuk penanganan di Malang Selatan. Tapi, kalau tidak disetujui, kami akan menggunakan APBD sampai tuntas,” kata Oong.

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang di Malang Selatan, beberapa titik masih mengalami kerusakan yang cukup parah. Seperti di jalan dekat Balai Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Saat lewat di sana, pengendara harus melaju lebih pelan.

Jalan yang tak rata dan adanya lubang besar menjadi penyebabnya. Semakin ke selatan, jalan semakin rusak. Yang paling parah yakni jalan sebelum Jembatan Pelangi. Kendaraan roda empat yang lewat di sana harus berjalan perlahan.

Camat Bantur Bayu Jatmiko sudah mendapat kabar bila jalur itu tengah berproses untuk ditingkatkan dari jalan protokol menjadi jalan nasional. Trase pertama akan digarap akhir tahun 2023. Pengerjaan trase pertama sekitar 16-17 kilometer dari JLS ke arah Bantur. ”Lalu yang kedua pada 2024 dari trase pertama sampai Kecamatan Gondanglegi,” kata dia. Diperkirakan jalur di sana bakal memiliki lebar sekitar 15 meter. Dia menyebut bila pengerjaan akan dilakukan oleh Kementerian PUPR.

Sementara itu, jalur Karangkates-Modangan yang kini tengah dikerjakan tampak sudah mulus di beberapa bagian. Setidaknya sampai masuk Kecamatan Kalipare. Setelah masuk di Kalipare, pekerja terlihat tengah melakukan pengecoran di pinggir jalan. Jalan ke Pantai Modangan sudah cukup bagus. Namun kerusakan mulai terasa dari Perempatan Donomulyo ke barat.

Pengawas Lapangan dari Kementerian PUPR Dadang Sugeng Hariadi memastikan bila perbaikan itu terus berprogres. ”Sampai pekan ini progresnya sudah 46 persen,” kata dia. Jalan yang telah diperbaiki sudah dilebarkan. Pada segmen tiga juga sudah dilakukan pemadatan Lapis Pondasi Agregat (LPA). Terlihat di lokasi pekerja menyiram jalan agar tak terlalu berdebu. Sebagian jalan itu juga sudah mulai diaspal. (yun/iza/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#malang selatan #Jalur