KEPANJEN - Upaya Pemkab Malang meningkatkan aspek kesehatan di lingkungan warga terus dilakukan. Kali ini dengan meningkatkan insentif tahunan untuk kader kesehatan di masing-masing desa maupun kelurahan. Jika sebelumnya setiap kader kesehatan menerima Rp 600 ribu per tahun, kini dinaikkan menjadi Rp 1 juta.
“Usulan tersebut sudah kami ajukan ke DPRD Kabupaten Malang,” ujar Bupati Malang H M. Sanusi. Dia menyebutkan, kader kesehatan di Kabupaten Malang sejumlah 25 ribu orang. Sehingga, dengan adanya peningkatan tersebut, anggaran total untuk insentif kader kesehatan yang sebelumnya berjumlah Rp 15 miliar, meningkat menjadi Rp 25 miliar.
Peningkatan tersebut dinilai sesuai dengan tugas kader kesehatan sebagai penyambung atau perpanjangan tangan dari fungsi layanan kesehatan. Mereka berperan sebagai ujung tombak dalam membantu pemerintah daerah melakukan pelayanan kesehatan hingga tingkat keluarga. Mereka juga yang melakukan pembinaan dan edukasi kepada masing-masing keluarga terkait kesehatan, utamanya permasalahan stunting.
Usulan tersebut disambut Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi. Menurutnya, peningkatan insentif tersebut sebagai bagian dari upaya Pemkab Malang untuk memberikan reward kepada kader kesehatan. “Mereka setiap hari bekerja dengan memberikan pendampingan kesehatan kepada masyarakat. Sebab, kami memang kekurangan tenaga medis,” ujarnya.
Sehingga, dibutuhkan kader kesehatan di desa maupun kelurahan supaya mengetahui permasalahan lebih awal di masyarakat. “Kami akan menghitung kekuatan APBD 2024 nanti. Tentunya, kami akan memperjuangkan teman-teman kader kesehatan di Kabupaten Malang supaya menerima peningkatan insentif seperti yang diusulkan bupati,” pungkasnya. (yun/nay)
Editor : Ahmad Yani