Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kabupaten Malang Catat Peningkatan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 18 Desember 2023 | 19:00 WIB

 

Truk terguling di Singosari Kabupaten Malang.
Truk terguling di Singosari Kabupaten Malang.

Kota Malang Potensial, Kota Batu Cenderung Turun 

MALANG RAYA – Salah satu tujuan pembangunan jalan baru di Malang Raya adalah mengurai kemacetan dan menekan angka kecelakaan.

Sayangnya, angka kecelakaan masih meningkat meski sepanjang tahun lalu terdapat penambahan panjang jalan hingga 5,8 kilometer. 

Utamanya di Kabupaten Malang yang sepanjang tahun lalu melakukan penambahan jalan terpanjang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabupaten Malang membangun jalan baru sepanjang 5 km pada tahun ini. 

Kota Malang melakukan penambahan jalan sekitar 800 meter, sementara Kota Batu belum melakukan penambahan ruas jalan baru. 

Faktanya, angka kecelakaan di Kabupaten Malang sudah mengalami peningkatan meski belum tutup tahun. 

Di Kota Malang sudah hampir menyamai tahun lalu, sementara di Kota Batu masih cenderung menurun.

Di Kabupaten Malang, sejak Januari hingga awal Desember 2023 terjadi 851 kecelakaan lalu lintas. 

Sudah lebih banyak dibandingkan data penuh sepanjang tahun lalu yang tercatat 793 kejadian. 

Selisihnya 58 kejadian. 

Tapi sangat potensial bertambah mendekati pergantian tahun. 

Kondisi itu membuktikan masih banyak faktor lain yang menjadi penyebab kecelakaan selain kepadatan jalan. 

Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Joko Taruna mengakui bahwa jumlah laka lantas di wilayahnya memang mengalami peningkatan. 

Tapi jumlah korban meninggal dipastikan menurun.

 Sejauh ini berada di kisaran 100 orang. 

Sementara pada tahun lalu mencapai 176 orang.

Salah satu ruas jalan yang menjadi titik paling rawan kecelakaan adalah Jalan Raya Pakisaji.

Dalam sebulan, kecelakaan lalu lintas di titik itu diperkirakan mencapai sekitar 10 kejadian.\

”Lokasinya di sekitar Kebonagung ke Selatan. Penyebab utamanya karena faktor manusia,” terang Joko.

Dia menjelaskan, di Jalan Raya Pakisaji kerap dijumpai pengendara yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. 

Kadang kurang hati hati saat mendahului kendaraan yang di depannya. 

Mengambil posisi terlalu ke kanan tanpa menyadari ada kendaraan yang datang dari arah sebaliknya. 

”Lebih banyak disebabkan hal-hal semacam itu,” imbuhnya.

Waktu yang terbilang rawan kecelakaan di Jalan Raya Pakisaji adalah pagi dan sore.

Utamanya pada saat volume kendaraan meningkat karena banyak aktivitas berangkat dan pulang kerja maupun sekolah. 

Kondisi itu diperparah dengan banyaknya pabrik di kanan dan kiri jalan.

Contohnya kecelakaan pada awal November lalu. 

Sebuah motor Honda CRF 150 bertabrakan dengan truk Mitsubishi Canter Nopol N-9666UI di jalan raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji. 

Awalnya pengendara motor itu melaju dengan kecepatan sedang dari arah Kepanjen ke Kota Malang. 

Motor itu berusaha mendahului kendaraan di depannya. 

Karena mengambil haluan terlalu ke kanan, motor tersebut bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan.

Titik Rawan Laka Berubah

Jalanan di Kota Malang juga potensial mengalami peningkatan angka kecelakaan. 

Pada 2022 lalu tercatat 85 kejadian dengan 13 korban meninggal. 

Sementara tahun ini sudah mencapai 83 kejadian dengan 12 korban meninggal dunia. 

Data riil kecelakaan tahun ini juga potensial bertambah. 

Selain masih ada sisa dua pekan menuju pergantian tahun, tidak semua kecelakaan dilaporkan ke polisi.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Isrofi mengatakan, titik black spot atau rawan kecelakaan di Kota Malang cenderung berubah-ubah. 

Bergantung dari jumlah kecelakaan dan korban yang muncul. 

Untuk tahun ini, titik rawan kecelakaan itu berada di jalan berstatus nasional. 

Yani Jalan Kolonel Sugiono dan Jalan A. Yani. 

Tapi yang paling rawan adalah Jalan Raya Kolonel Sugiono.

Selain jalan nasional, beberapa jalan lain juga menjadi titik rawan kecelakaan tahun ini. 

Dua di antaranya adalah Jalan Galunggung atau Bundaran Alun-Alun Tugu. 

Mayoritas kecelakaan di dua titik itu terjadi pada dini hari hingga pagi. 

Menurut Isrofi, ada beberapa alasan banyaknya kecelakaan pada jam-jam tersebut. 

Misalnya, menganggap dini hari adalah waktu sepi kendaraan, sehingga aman untuk memacu kendaraan. 

”Dari data kami, paling sering terjadi pukul 01.00 dini hari hingga pukul 08.00 pagi,” ujarnya.

Yang juga perlu diwaspadai adalah kecelakaan pada pagi hari. 

Sebab, anak-anak dan remaja menjadi kelompok rawan kecelakaan pada jam jam tersebut.

Waktu pagi merupakan jam berangkat anak sekolah. 

Tak sedikit yang diantar menggunakan roda dua dan rawan menjadi korban kecelakaan. 

Untuk menekan angka kecelakaan, pihak kepolisian juga sudah memasang rambu di sekitar daerah rawan. 

Seperti rambu untuk mengurangi kecepatan, serta melakukan sosialisasi tentang keselamatan berkendara di sekolah. 

Klemuk Jadi Blackspot Baru

Sementara itu, Polres Kota Batu telah melakukan pemetaan daerah rawan kecelakaan atau titik black spot baru pada tahun ini.

Total ada 5 titik black spot dan 3 titik rawan longsor yang dapat menyebabkan kecelakaan. 

Kasat Lantas Polres Kota Batu AKP Posen Dadang Martianto mengatakan, Jalan Rajek Wesi atau Klemuk ditetapkan sebagai titik black spot baru. 

Sedangkan empat titik black spot lainnya adalah Jalan Ir Soekarno, Jalan Panglima Soedirman, Jalan Abdul Manan (wilayah Pujon), dan Jalan Wagir (wilayah Kasembon).

”Jalur Klemuk itu merupakan turunan panjang dan curam. Kecelakaan rawan terjadi sana karena rem blong. Beberapa kecelakaan juga terjadi karena spesifikasi kendaraan yang sudah tidak layak jalan,” ucapnya.

Titik rawan longsor juga dapat berakibat pada kecelakaan. 

Posen mengatakan, titik itu berada di Jalan Raya Payung, Jalan Raya Ngeprih (Pujon), dan Jalan Raya Pait (Ngantang). 

Beberapa upaya sudah dilakukan kepolisian Kota Batu untuk menekan angka kecelakaan.

Misalnya dengan menempatkan personel di daerah rawan, patroli, pemasangan imbauan, dan penempatan tim urai. 

Ada pula simulasi rekayasa yang dibagi menjadi beberapa alternatif. 

Pertama, penempatan anggota di simpul-simpul Kota Batu. 

”Itu dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan. Ada beberapa titik penempatan, yaitu simpang tiga pasar, simpang empat Jalan Dewi Sartika, simpang tiga Koramil, dan simpang empat Lippo Plaza,” ucapnya. 

Yang kedua adalah pengalihan arus lalu lintas di beberapa titik. 

Seperti simpang tiga Polsek Karangploso, simpang tiga Pendem, simpang empat Arhanud, dan simpang tiga TMP. 

Kanit Gakkum Lakalantas Polres Batu Ipda Hendri Setiawan menambahkan, jumlah kecelakaan tahun ini tercatat 226 kejadian (sampai bulan November). 

Untuk sementara masih lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 269 kejadian.

”Kecelakaan terbanyak terjadi pada pengendara motor dari arah berlawanan,” ucapnya.

Jam-jam rawan kecelakaan biasanya terjadi pada malam ataupun dini hari. 

Selain karena kelalaian pengendara, faktor jalan menurun dan kondisi minim cahaya juga dapat menyebabkan kecelakaan. (iza/pri/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#angka kecelakaan #Kabupaten Malang