Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perbaiki Puluhan Jembatan Rusak, Tahun Ini Pemkab Malang Siapkan Dana Segini

Ahmad Yani • Kamis, 18 Januari 2024 | 18:00 WIB

 

 

MASIH BOLONG: Kondisi jembatan yang menghubungkan Dusun Bendungan dan Klandungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau. (Indah Mei Yunita/Radar Malang)   
MASIH BOLONG: Kondisi jembatan yang menghubungkan Dusun Bendungan dan Klandungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau. (Indah Mei Yunita/Radar Malang)  

KEPANJEN – Problem infrastruktur di Kabupaten Malang yang butuh perbaikan dan penanganan tak hanya jalan rusak saja. Jumlah jembatan yang kondisi parah dan butuh perbaikan juga mencapai puluhan. Karena itu, tahun ini Pemkab Malang menyiapkan anggaran Rp 22 miliar untuk perbaikan jembatan.

 

Dari dokumen Kabupaten Malang Satu Data, total jumlah jembatan di Bumi Kanjuruhan sebanyak 395 titik. Dari ratusan titik tersebut, 90 di antaranya dalam kondisi rusak atau butuh segera diperbaiki. Salah satunya jembatan yang menghubungkan Dusun Bendungan dan Klandungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau. Jembatan tersebut ambles yang membuat akses pengendara menjadi terbatas. Utamanya kendaraan roda empat yang harus bergantian ketika ingin melewati jembatan tersebut. Lubang di jembatan tersebut memiliki lebar sekitar 50-60 sentimeter dengan panjang sekitar satu meter. Untuk mencegah kerusakan semakin parah, truk bertonase berat sudah dilarang melewati jembatan itu.

 

Dari 90 jembatan yang masuk kategori rusak itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang hanya menargetkan penanganan terhadap 40 titik jembatan. ”Dengan rincian, lima unit jembatan akan direhabilitasi dan 35 unit akan dilaksanakan rehabilitasi jembatan. Untuk anggaran yang kami sediakan sekitar Rp 22 miliar,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Bina Teknik DPUBM Kabupaten Malang Edwin Arief Fachrudin.

 

Dengan jumlah anggaran pembangunan fisik pada 2024 untuk DPUBM sekitar Rp 416 miliar, maka khusus pembangunan jembatan dialokasikan sekitar 5,28 persen. Penanganan tersebut diprioritaskan untuk jembatan yang memiliki kerusakan parah. ”Saat ini, perencanaan untuk penanganan sudah disiapkan dan tinggal menunggu etalase dari e-purchasing,” terangnya. Yakni pengadaan melalui e-katalog milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Hanya saja, Edwin belum mau merinci mana saja 40 jembatan yang akan diperbaiki.

 

Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menjelaskan, titik penanganan jembatan baru bisa disampaikan sekitar Maret mendatang. Sebab, dalam perencanaan awal tahun, masih dimungkinkan adanya pergeseran pelaksanaan kegiatan. “Awal tahun ini kan masih musim hujan dan kami tidak bisa memprediksi ada bencana atau tidak. Jika memang ada jembatan yang terdampak, akan kami prioritaskan,” ucapnya.

Sebelumnya, Oong, sapaannya menyebutkan, pada 2023 lalu, DPUBM Kabupaten Malang sudah melaksanakan rehabilitasi sekitar enam jembatan. Di antaranya yakni Jembatan Saptorenggo, Kecamatan Pakis dan Jembatan Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. (yun/nay)

Editor : Ahmad Yani
#infastruktur #Kabupaten Malang #Jembatan rusak