KABUPATEN - Setelah hilang tiga hari, jenazah bocah berinisial MIM dari Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis ditemukan di Bendungan Sengguruh, kemarin siang (31/1).
Seperti diberitakan sebelumnya, MIM dilaporkan hilang pada 29 Januari lalu sekitar pukul 04.00.
Hingga sore hari, bocah tersebut tak kunjung ditemukan.
Warga bersama perangkat Desa Mangliawan kemudian melakukan pencarian hingga pukul 18.00.
Bocah itu diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Setelah melakukan pencarian di perkampungan, warga kemudian menyasar area sungai.
Baik sungai yang mengarah ke barat maupun selatan.
Anak dari Yuliati, warga Jalan Kapi Woro RT 3/RW 13 Dusun Keduyo itu akhirnya ditemukan kemarin siang di Bendungan Sengguruh.
Kepala BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menerangkan, jenazah bocah itu pertama kali ditemukan Lasmiran, operator Bendungan Sengguruh.
”Almarhum ditemukan pukul 14.30. Petugas di sana langsung melapor ke perangkat terkait,” ucap dia.
Sarianto, salah satu anggota BPBD Kabupaten Malang yang terjun ke lokasi mengungkapkan, jenazah ditemukan di dekat alat berat untuk membersihkan eceng gondok.
Tepatnya di sebelah barat dekat perahu.
”Saat itu operator yang bernama Lasmiran sedang membersihkan bendungan dari banjir karena ada sampah yang menyekat di bagian atas,” jelas dia.
Jenazah bocah malang itu sudah membengkak.
Namun, kaos putih yang digunakan dia sesaat sebelum hilang masih melekat di tubuhnya.
Setelah ditemukan, jenazah dibawa ke RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.
”Pihak keluarga sudah memastikan kebenaran identitasnya. Yang menguatkan adanya bekas jahitan di bagian dahi,” imuh Sarianto. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana