Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Tahun Malang Makmur, Prioritaskan Geber Infrastruktur dan Optimalkan Akses Kesehatan

Neny Fitrin • Senin, 26 Februari 2024 | 14:43 WIB

 
darmono/radar malang MULUS DAN LEBAR: Pengendara melintas di ruas jalan penghubung wilayah Karangkates-Modangan yang sudah selesai dikerjakan akhir tahun 2023 lalu.
darmono/radar malang MULUS DAN LEBAR: Pengendara melintas di ruas jalan penghubung wilayah Karangkates-Modangan yang sudah selesai dikerjakan akhir tahun 2023 lalu.

Refleksi Tiga Tahun Malang Makmur, Duet Kepemimpinan Bupati Malang Drs HM Sanusi MM - Wabup Drs H Didik Gatot Subroto SH 

 KEPANJEN – Berbagai program pembangunan telah direalisasikan di empat penjuru wilayah Kabupaten Malang. Mulai dari sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pariwisata hingga lingkungan hidup. Sepanjang tiga tahun kepemimpinan Bupati H M. Sanusi dan Wakil Bupati (Wabup) H Didik Gatot Subroto, sebanyak 99 penghargaan juga berhasil diraih Bumi Kanjuruhan.

“Program-program infrastruktur sudah banyak yang terselesaikan sepanjang tiga tahun Malang Makmur. Saat ini, berbagai program juga masih dalam proses pembangunan agar bisa memberi dampak semaksimal mungkin bagi warga Kabupaten Malang,” ujar Sanusi.

Dia mencontohkan salah satunya perbaikan dan pelebaran Jalan Karangkates-Modangan yang sudah tuntas akhir 2023 lalu. Dengan adanya perbaikan tersebut diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Termasuk akses jalan menuju pesisir Malang Selatan juga akan membuat angka kunjungan wisatawan semakin meningkat.

Selain itu, ada program Bersih Indonesia yang tahap pertama sudah dimulai di awal 2024 dengan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Paras, Poncokusumo. Dengan terealisasinya program tersebut, diharapkan dapat mengurangi pembuangan residu ke TPA dan memaksimalkan pemilahan sampah.

“Selanjutnya, ada juga pelayanan air bersih di Sumawe (Sumbermanjing Wetan) sampai Kalipare yang masih on process,” lanjut Sanusi. Itu ditunjukkan dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaligoro yang memanfaatkan sumber air Kaligoro dan saat ini sudah sampai tahap III.

Untuk diketahui, SPAM Kaligoro tahap I dibangun dengan reservoir di Desa Segaran sudah melayani sekitar 800 Sambungan Rumah (SR). Kemudian, SPAM Kaligoro tahap II dengan reservoir di Desa Sumbernanas dan Ringinsari berpotensi melayani sekitar 15.000 SR. Sedangkan SPAM tahap III ditargetkan akan mampu melayani sekitar 10.000 SR.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah menambahkan, jika ditotal, sudah terdapat sekitar 14 program infrastruktur dan kewilayahan serta 16 program bidang kesehatan yang telah dilaksanakan Pemkab Malang.

“Untuk bidang infrastruktur dan kewilayahan, salah satunya itu KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Singhasari. Kalau bidang kesehatan, salah satunya penambahan Rumah Sakit tipe D di Kecamatan Ngantang,” ucapnya.

Photo
Photo

Saat ini, pembangunan fisik KEK Singhasari sudah 30 persen. Penggunaan lahan tersebut antara lain untuk Animation and Film Factory, Coding Factory, dan SMKN 2 Singosari. Namun demikian, 100 persen infrastruktur, utamanya jaringan jalan sudah terbangun.

Pembangunan yang dikebut pada 2024 ini yakni King’s College London (KCL) yang akan memulai pembelajaran pada September 2024. Selanjutnya juga ditargetkan akan mulai ground breaking gedung untuk Community Based Tourism Universitas Brawijaya (UB). Kemudian, dilanjutkan dengan Center for Future Work Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Nurman menambahkan, dengan adanya penambahan rumah sakit di Ngantang, warga kawasan Malang Barat, terutama Ngantang, Pujon, dan Kasembon bisa memanfaatkan keberadaan rumah sakit umum milik Pemkab Malang itu. Pelayanan dasar, rawat inap, dan beberapa spesialis pun sudah tersedia.

“Kami juga sudah melakukan percepatan perbaikan gizi masyarakat,” ucap Nurman. Di antaranya melalui pemenuhan alat anthropometry kit di semua posyandu, telah dijalankannya aplikasi Tindik Anting untuk mendeteksi, monitoring dan evaluasi balita stunting, pemberian pangan olahan media khusus untuk balita dengan masalah gizi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan balita kurang gizi.

Selama tiga tahun Malang Makmur, Kabupaten Malang juga sudah menerima sekitar 99 penghargaan. Dengan rincian, 23 penghargaan pada 2021, 23 penghargaan pada 2022, serta 51 penghargaan pada 2023.

Terbaru, Kabupaten Malang sudah menerima dua penghargaan pada 2024. Yakni Bupati Malang sebagai Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terbaik ke IX tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2024 dan Bupati Malang sebagai Tokoh Peduli Pers di Malang Raya 2024. Penghargaan tersebut masing-masing diberikan oleh Gubernur Jawa Timur dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur dan Malang Raya. (Jprm3/yun/nay)

 

Editor : Neny Fitrin
#Kesehatan #ekonomi #Infrastruktur #pembangunan #Pemkab Malang #Kabupaten Malang #Bupati Malang #pendidikan #malang makmur