Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gudang Limbah Triplek Membara di Bululawang Malang, Begini Upaya Damkar Padamkan Api

Ahmad Yani • Kamis, 14 Maret 2024 | 18:04 WIB
BERKOBAR: Petugas berusaha memadamkan api dalam kebakaran di tempat penampungan limbah pabrik tripleks di Desa Kasembon, Bululawang.
BERKOBAR: Petugas berusaha memadamkan api dalam kebakaran di tempat penampungan limbah pabrik tripleks di Desa Kasembon, Bululawang.

BULULAWANG - Tempat penampungan limbah kayu pabrik tripleks terbakar di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang Selasa malam (12/3).

Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, proses pemadaman api membutuhkan waktu cukup lama.

Karena setelah berhasil dipadamkan, ada proses pendinginan yang masih berisiko api muncul lagi.

Kapolsek Bululawang, Kompol Ainun Djariyah mengatakan, kebakaran di gudang tersebut terjadi sekitar 18.30 WIB.

Api pertama kali diketahui salah satu warga saat melintas tak jauh dari tempat penampungan limbah kayu milik Priono, 43, warga setempat.

Mengetahui informasi tersebut, pemilik gudang bersama sejumlah warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Sayangnya, karena malam itu angin kencang membuat kobaran api sulit untuk dipadamkan dan akhirnya menghubungi Damkar Kabupaten Malang.

”Diduga api berasal dari gesekan kayu bekas triplek yang sudah lama dan mengering sehingga saat ada angin kencang gesekan kayu bekas triplek tersebut mudah terbakar,” katanya.

Untungnya, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto mengatakan, laporan adanya kebakaran masuk sekitar pukul 18.35 WIB.

Para petugas Damkar melakukan penanganan mulai pukul 19.05 WIB dan baru selesai pemadaman dan pendinginan pada 00.30 WIB.

Sehingga penanganan kebakaran memakan sekitar empat jam lebih.

Ia menambahkan, penampungan limbah triplek tersebut memliki ukuran 20 x 30 meter.

“Kerugian material kurang lebih Rp 10 juta,” katanya. (iza/nay)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Bululawang #kebakaran di malang