RADARMALANG- Potensi pantai Malang Selatan tidak hanya sekadar untuk wisata. Lebih jauh, pantai-pantai di Kabupaten Malang juga bisa menjadi tempat untuk olahraga surfing. Baru-baru ini atlet surfing Jawa Timur Rizky Eka berlatih di pantai Tanjung Penyu Sitirejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Bawon Santoso menjelaskan Rizky Eka tidak hanya sekedar berlatih di pantai Tanjung Penyu. Menurutnya arek Jember itu surfing sebagai bagaian persiapan untuk PON XXI ACEH 2024. "Latihan kami semakin intensif saat ini menyabut event tersebut (PON)," katanya.
Menurutnya atlet PSOI Jawa Timur bekerja keras karena kejuaraan olahraga multi event di Indonesia itu akan digelar September nanti. Alhasil berusaha memanfaatkan waktu sekitar enam bulan sebelum PON XXI Aceh dengan semaksimal mungkin. Alasannya ada dua.
Pertama adalah untuk memenuhi target prestasi. Kedua adalah bagian supaya tim Jawa Timur mampu kompetitif di ajang itu. Menurut Santoso banyak kontingen di sejumlah wilayah semakin berkembang. Daerah yang bakal menjadi pesaing Jawa Timur di cabor tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan tuan rumah Aceh.
"Nanti pertandingan juga sudah bukan eksibisi. Jadi bakal banyak atlet berlomba-lomba mendapat medali," ucapnya. Menurutnya PSOI Jawa Timur mengincar minimal satu medali emas di surfing. Baginya penting untuk berkontribusi karena sumbangan medali bisa mendongkrak peringkat Jawa Timur.
Lantas, kenapa pantai Tanjung Penyu mejadi destinasi latihan? Pria 40 tahun tersebut menjelaskan karena cukup representatif untuk tempat menempa diri. "Kami mendapat ombak yang baik saat latihan di sini," tuturnya.
Bawon menyebut Kabupaten Malang Selatan punya potensi cukup baik untuk olahraga surfing. Selain Tanjung Penyu, ada pantai Wedi Awu, Lenggoksono, Pantai Bolu Bolu, Pantai Ngantep, Ungapan, dan Modangan. "Nanti akan tambah luar biasa jika kompetensi surfing bergulir bisa bergulir di sana," paparnya. (Jprm2/gp)
Editor : Neny Fitrin