Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pedagang Pasar Kepanjen Malang Keluhkan Bak Sampah Overload dan Bau, Ternyata Ini Orang-Orang yang Ikut Buang di Situ

Ahmad Yani • Rabu, 27 Maret 2024 | 17:44 WIB
KUMUH: Bak penampungan sampah di Pasar Kepanjen yang sering overload dan memicu bau tak sedap, terutama saat turun hujan.
KUMUH: Bak penampungan sampah di Pasar Kepanjen yang sering overload dan memicu bau tak sedap, terutama saat turun hujan.

KEPANJEN – Sebagian pedagang Pasar Kepanjen mengeluhkan kondisi bak penampungan sampah. 

Selain sering overload, bau tak sedap juga dirasakan cukup mengganggu, terutama usai turun hujan. 

Rupanya, bak penampungan tersebut tak hanya digunakan para pedagang, tapi banyak dimanfaatkan warga dari luar pasar. 

Salah seorang pedagang Pasar Kepanjen Athuk Illa mengatakan, tempat pembuangan tersebut banyak digunakan warga dari luar pasar khususnya pada malam hari, sekitar pukul 20.00-21.00. 

”Ada yang pakai pick up kalau buang sampah di situ,” ujarnya.

Baca Juga: Lokasi Jualan di Jalan Soekarno Hatta Paling Mahal, Berikut Ini Daftar Lengkap Harga Sewa di Tiga Pasar Takjil Terbesar Kota Malang

Selain itu, cukup banyak warga yang belanja di pasar namun sekalian membuang sampah di bak penampungan tersebut. 

Akibatnya, bak sampah tersebut sering overload dan menimbulkan bau tak sedap. 

Padahal, apabila diisi dari pedagang sendiri, diyakini jumlahnya tak begitu banyak. 

Penempatan bak sampah di sisi selatan pasar tersebut juga kurang pas. 

Lantaran di kawasan tersebut digunakan untuk pasar senggol yang banyak diisi pedagang kuliner. 

Sehingga bau sampah dirasa bakal membuat tak nyaman pengunjung. 

”Sebenarnya akan lebih pas bila dipindah, namun dipindah ke mana ini juga belum tahu,” terangnya. 

Menurutnya, salah satu yang bisa menjadi solusi ialah pengangkutan sampah dilakukan pada sore hari hingga sampah tak sampai menginap. 

Sehingga sampah bak sampah kosong dan bau hilang. 

”Saat ini, pengangkutan dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 09.00,” terangnya. 

Hari, salah seorang pedagang kuliner yang berjualan tak jauh dari bak sampah juga mengamini adanya banyak warga selain pedagang yang membuang sampah di tempat itu. 

Menurut pengamatannya yang paling sering di Jam 10-11 malam saat pedagang pasar senggol telah bubar. 

”Kalau pengennya ya bisa segera dipindah,” katanya. (iza/nay)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pasar kepanjen #malang #Sampah