MALANG-Hari terakhir acara santunan PT Anugerah Citra Abadi (ACA) ditutup di 3 kecamatan di Malang Utara, yakni Karangploso, Singosari dan Lawang.
Total ada 1.692 anak yatim yang menerima santunan.
Komisaris Utama PT Anugerah Citra Abadi (ACA) Iwan Kurniawan turut langsung menyerahkan santunan tersebut.
Secara umum total santunan yang sudah diberikan sebanyak 12.929 anak yatim di 390 desa yang ada di 33 kecamatan se-Kabupaten Malang.
Lokasi pertama,santunan diberikan di Pendopo Kecamatan Karangploso.
Ada sebanyak 322 anak yatim yang menerima santunan dan aneka hadiah dari Bos PT ACA tersebut.
Selain santunan uang tunai di dalam amplop, juga sejumlah hadiah baju baru, sarung dan hijab bagi yg berani maju kedepan untuk menjawab pertanyaan dari Iwan maupun pejabat muspika yang hadir.
Berlanjut di titik kedua, di Pendopo Kawedanan Singosari, ada sebanyak 880 anak yatim yang menerima santunan.
Jumlah penerima santunan di tempat ini paling banyak ketimbang kecamatan lainnya.
Dengan dihadiri muspika, acara santunan berlangsung cukup meriah.
Lalu di titik terakhir, di Pendopo Kecamatan Lawang ada 490 anak yatim yang disantuni.
Secara bergantian, muspika yang datang berkesempatan memberi pertanyaan kepada anak yatim yang maju ke depan.
Pertanyaan seputar pengetahuan agama, wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum.
Dalam setiap kesempatan, Iwan Kurniawan memberikan kesempatan kepada ibu-ibu yang datang untuk berkeluh kesah kepada muspika.
Pertanyaan seputar tata pemerintahan serta gangguan kamtibmas disampaikan secara bergantian.
Sementara itu, di hari terakhir santunan di 33 kecamatan dan 390 desa se Kabupaten Malang , Jumat (5/4) kemarin, Iwan Kurniawan mengaku sangat berbahagia.
“Selama 17 tahun santunan Pekan Islami ini digelar, terus terlihat banyak perbaikan,” katanya.
Ramadan tahun depan, lanjut Iwan, direncanakan cakupan santunan diperluas, tidak hanya menyasar anak yatim tapi juga anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Lha memang benar dia anak yatim, tapi berasal dari keluarga yang ekonominya masih mampu. Masak dia juga ikut menerima santunan?,” tanya Iwan.
Atas masukan dari anak-anak yatim penerima bantuan, santunan tahun depan bukan lagi uang tunai namun berupa tas yang agak besar dengan isi perlengkapan sekolah.
Tujuannya agar bisa dipakai oleh semua anggota keluarganya.
Dia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada jajaran Muspika se-Kabupaten Malang yang sudah mensupport penuh kegiatan ini.
Ucapan yang sama juga diberikan kepada Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang yang sudah menyempatkan waktunya untuk menghimpun anak-anak yatim di Kabupaten Malang.
“Padahal data anak yatim di desa maupun kelurahan terkadang juga tidak punya,” katanya.
Nah fatayat inilah yang berada terdepan dalam pendataan anak yatim calon penerima bantuan. (mas)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana