Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Anjurkan Pelajar di Kabupaten Malang Pakai Batik Garudeya

Mahmudan • Kamis, 18 April 2024 | 18:15 WIB

KHAS KABUPATEN MALANG: Siswa-siswi SDN Sengguruh belajar membatik. Mereka sudah memakai seragam batik motif garudeya.
KHAS KABUPATEN MALANG: Siswa-siswi SDN Sengguruh belajar membatik. Mereka sudah memakai seragam batik motif garudeya.
 

 

KEPANJEN – Pelajar SD-SMP se Kabupaten Malang bakal mempunyai seragam bermotif baru. Itu jika semua sekolah mematuhi anjuran Pemkab Malang terkait penggunaan batik garudeya sebagai seragam.

”Motifnya garudeya. Untuk warnanya, bebas sesuai kebijakan sekolah. Nantinya dipakai pada hari Kamis,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Suwadji, Selasa lalu (16/4).

            Anjuran itu disampaikan setelah batik garudeya mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kemenkum-HAM. Tujuannya agar batik khas bumi kanjuruhan tersebut makin dikenal masyarakat.

Jika tidak ada aral, aturan tersebut akan diberlakukan pada tahun ajaran 2024/2025 mendatang. Setiap sekolah akan melakukan pengadaan secara mandiri dengan harga yang terjangkau. “Khusus untuk siswa kurang mampu dan anak yatim, harus diberikan gratis oleh pihak sekolah,” lanjutnya.

Saat ini, siswa-siswi di Kabupaten Malang telah menerapkan pemakaian pakaian adat setiap hari Kamis pada minggu pertama. Mereka memakai batik lurik dan khusus siswa memakai belangkon. Menurut Suwadji, hal tersebut bertujuan memberikan nuansa lokal sekaligus melestarikan kebudayaan Nusantara.

Ketika kebijakan pemakaian batik garudeya dimulai, dia mengatakan, Pemkab Malang akan mengatur penjadwalan. Supaya pemakaian seragam batik garudeya dan pakaian adat dapat terlaksana dengan beriringan.

Di tempat lain, SDN Sengguruh telah menerapkan anjuran tersebut. Pada tahun ajaran 2023/2034, siswa-siswi sudah memakai seragam batik garudeya. Bahkan mereka belajar membatik dengan teknik shibori. Yakni teknik pewarnaan kain asal Jepang dengan cara diikat dan dicelup dalam larutan pewarna. "Kami berinisiatif mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak sekaligus mulai memupuk jiwa produsen bagi mereka," ujar Kepala SDN Sengguruh Ursula Lita Justri SPd. (yun/dan)

Editor : Mahmudan
#Pelajar #Batik malangan #Garudeya